Jumat, 05 November 2010

SUKSES KITA

Pada tulisan kali ini saya akan mencoba berkomunikasi dengan hasrat inti saya, dan meminjam sedikit dari jutaan kisah sukses untuk menggelitik hasrat inti anda, memberi kekuatan serta berteriak bersama-sama ketika hasrat inti anda berhasil anda ubah menjadi bilangan sukses - sekecil atau sebesar apapun, dalam meraih impian-impian besar anda - yang membuat anda menangis mengucapkannya.
Setiap orang memiliki impian, ada yang ingin sekali sukses di bisnis, ada yang ingin sekali membesarkan anaknya secara utuh - kaffah, ada yang ingin sekali memiliki waktu yang cukup dengan pasangan hidupnya - tidak sekedar bertemu di rumah capek pulang kerja, tidur, esok kerja lagi, ada yang
mengabdikan hidupnya untuk mendidik entah itu anak-anak, mereka yang tidak mampu atau bervisi mendidik banyak orang untuk berwawasan ilmu dan bisnis, daftar ini akan sangat-sangat panjang jika saya teruskan.
Anda yang tahu apa hasrat inti anda, tuliskanlah, pikirkanlah, berjanjilah kepada diri anda terutama untuk meraihnya secepatnya, karena itulah yang akan membuat hidup anda jadi hidup, tersenyum setiap hari memandang dunia ini.
Hidup ini hanya sekali, warnailah, sesuai dengan warna kesukaan anda, bukan warna yang dipilih boss atau atasan anda.
 
Sukses untuk anda.

ANDA MAMPU, JIKA ANDA PERCAYA ANDA MAMPU

Jangan pernah takut terhadap apa yg sedang anda hadapi
Jika anda percaya bahwa hidup ini bernilai
Rasa Percaya ini akan membantu anda menghadapinya
Penghalang antara anda dan kesuksesan
Bukanlah sesuatu yg tampak di permukaan
Tapi berupa gabungan keraguan akan kemampuan anda,
Satu-satunya pembatas terhadap realisasi sukses anda di
esok hari
Adalah keraguan anda yg muncul hari ini.
Sukses hanyalah sebuah cara pandang,
Jika anda ingin sukses
Mulailah berpikir bahwa anda adalah orang sukses.
Anda, adalah apa yg anda pikirkan.

Kamis, 04 November 2010

Cegah Perut Buncit dengan Kedelai

Kedelai bukan saja kaya akan protein nabati, namun juga berkhasiat mencegah penimbunan lemak pada lingkar perut khususnya pada wanita pascamenopause.

Bagi wanita, penampilan adalah salah satu hal terpenting. Tubuh yang ramping dan indah selalu menjadi dambaan setiap kaum Hawa, supaya mereka terlihat sempurna. Namun masalah biasanya muncul ketika wanita mulai memasuki masa-masa menopause atau berhentinya masa menstruasi. Seorang wanita biasanya mulai mengalami masalah fisik dan psikis terkait perubahan yang terjadi dalam tubuhnya. Masalah ini bisa merembet ke hal lain termasuk pada bentuk tubuh yang tidak lagi indah seperti saat remaja.

Terhentinya haid atau menstruasi dapat menyebabkan penimbunan lemak di bagian-bagian tubuh tertentu terutama di sekitar pinggang, sehingga lingkar pinggang meningkat. Dengan kata lain, Anda makin lama makin gendut.

Masalah penimbunan lemak ini tentu tak bisa dibiarkan begitu saja. Kini ada sebuah harapan baru untuk mengatasi problema lemak ini salah satunya dengan mengonsumsi kedelai secara teratur.

Sebuah riset yang dilakukan para peneliti belum lama ini menunjukkan, konsumsi minuman kedelai dapat memperbaiki penampilan perempuan. Dalam riset, perempuan pascamenopause yang mengonsumsi minuman kedelai secara teratur setiap hari selama tiga bulan, cenderung memiliki perut lebih ramping dibanding rekan mereka yang minum susu. Kedelai mengandung isoflavon, yang strukturnya sama dengan estrogen dan menempel pada reseptor estrogen di lapisan lemak. Jadi, secara teori isoflavon pada kedelai dapat membantu mengatur metabolisme lemak tubuh.

"Temuan ini tampaknya yang pertama menunjukkan bahwa protein dapat mempengaruhi distribusi lemak di perut," ungkap pimpinan riset, Dr Cynthia K. Sites, dari Universitas Alabama di Birmingham yang mempublikasikan risetnya pada jurnal kedokteran "Fertility and Sterility". Dalam risetnya, Sites melibatkan sebanyak 18 wanita berusia 50-an yang telah memasuki masa menopause antara satu hingga lima tahun. Setengah dari mereka diberi minuman shake dari kedelai setiap hari, sedangkan setengah lagi mengonsumsi milkshake yang mengandung protein casein.

Responden diminta meminum setengah takar minuman shake tersebut ketika sarapan dan setengah lagi saat makan malam. Mereka juga harus mengganti minuman sehari-hari dengan makanan lain guna mencegah penambahan berat badan.

Setelah tiga bulan berjalan, para peneliti menemukan bahwa wanita yang meminum kedelai mempunyai lingkar lemak perut lebih ramping dibanding yang meminum susu, meski kedua kelompok menunjukkan perubahan yang sama dalam berat dan lemak seluruh tubuh.

"Belum jelas mengapa protein pada kedelai dapat mempengaruhi lemak khususnya di lingkar perut. Apapun mekanismenya, data kami menunjukkan protein kedelai yang mengandung isoflavon dapat mencegah akumulasi lemak di perut," ungkap Sites.

Peneliti menekankan bahwa mencegah penimbunan lemak pada usia paruh baya sangat penting artinya karena lemak yang berlebihan pada perut berkaitan dengan tingginya risiko mengidap diabetes dan penyakit jantung. Mereka juga berharap akan ada penelitian lanjutan untuk mengungkap potensi besar protein pada kedelai.

Sumber: Kompas, Minggu, 13 Januari 2008

Kesulitan dan Kemudahan

Kesulitan adalah bagian yg tak terpisahkan dari hidup manusia. Siapapun tidak bisa menghindarinya. Karena kesulitan adalah teman seiring manusia untuk mengimbangi kemudahan. Selama kita di dunia, keduanya akan silih berganti mendatangi.

Orang yg sedang mendapatkan kesulitan selalu berharap dan berupaya agar kesulitannya segera menyingkir.Yang sedang mendapatkan kemudahan mengharap agar kemudahan itu selalu menyertainya. Namun, apakah itu mungkin?

Tentu tidak ada kenyataan seperti itu dalam kehidupan kita. Kesulitan dan kemudahan hidup akan datang bergantian menghampiri kita. Kesulitan yang diberikan oleh Allah kepada kita pasti ada hikmahnya, yakni:

  1. Dengan merasakan kesulitan kita menjadi tahu betapa berharga dan nikmatnya kemudahan.
  2. Kalau kita merasakan tidak enaknya kesulitan, kita juga yakin orang lain akan merasakan hal yg sama. Karena itu, kita berusaha untuk tidak menyulitkan hidup orang lain.
  3. Jika kita suka kesulitan kita hilang, kita juga yakin orang lain merasakan hal yg sama. Sehingga kita dimotivasi untuk senang membantu orang lain mengatasi kesulitannya.

Keyakinan bahwa kesulitan dan kemudahan akan datang silih berganti menjadikan kita tidak sombong saat kita mendapatkan kemudahan dan tidak putus asa jika kita sedang mengalami kesulitan. Hal tersebut telah dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya:

“Tiada satu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak suka orang-orang yang menyombongkan diri.” (QS. Al-Hadid: 22-23)

Susu Sapi Bukan untuk Manusia

Tulisan berikut adalah Catatan Dahlan Iskan yg ditayangkan di Jawa Pos, edisi Jumat 15 Mei 2009.

Tidak ada makhluk di dunia ini yang ketika sudah dewasa masih minum susu -kecuali manusia. Lihatlah sapi, kambing, kerbau, atau apa pun: begitu sudah tidak anak-anak lagi tidak akan minum susu. Mengapa manusia seperti menyalahi perilaku yang alami seperti itu?


"Itu gara-gara pabrik susu yang terus mengiklankan produknya," ujar Prof Dr Hiromi Shinya, penulis buku yang sangat laris: The Miracle of Enzyme (Keajaiban Enzim) yang sudah terbit dalam bahasa Indonesia dengan judul yang sama. Padahal, katanya, susu sapi adalah makanan/minuman paling buruk untuk manusia. Manusia seharusnya hanya minum susu manusia. Sebagaimana anak sapi yang juga hanya minum susu sapi. Mana ada anak sapi minum susu manusia, katanya.


Mengapa susu paling jelek untuk manusia? Bahkan, katanya, bisa menjadi penyebab osteoporosis? Jawabnya: karena susu itu benda cair sehingga ketika masuk mulut langsung mengalir ke kerongkongan. Tidak sempat berinteraksi dengan enzim yang diproduksi mulut kita. Akibat tidak bercampur enzim, tugas usus semakin berat. Begitu sampai di usus, susu tersebut langsung menggumpal dan sulit sekali dicerna. Untuk bisa mencernanya, tubuh terpaksa mengeluarkan cadangan "enzim induk" yang seharusnya lebih baik dihemat. Enzim induk itu mestinya untuk pertumbuhan tubuh, termasuk pertumbuhan tulang. Namun, karena enzim induk terlalu banyak dipakai untuk membantu mencerna susu, peminum susu akan lebih mudah terkena osteoporosis.


Profesor Hiromi tentu tidak hanya mencari sensasi. Dia ahli usus terkemuka di dunia. Dialah dokter pertama di dunia yang melakukan operasi polip dan tumor di usus tanpa harus membedah perut. Dia kini sudah berumur 70 tahun. Berarti dia sudah sangat berpengalaman menjalani praktek kedokteran. Dia sudah memeriksa keadaan usus bagian dalam lebih dari 300.000 manusia Amerika dan Jepang. Dia memang orang Amerika kelahiran Jepang yang selama karirnya sebagai dokter terus mondar-mandir di antara dua negara itu.


Setiap memeriksa usus pasiennya, Prof Hiromi sekalian melakukan penelitian. Yakni, untuk mengetahui kaitan wujud dalamnya usus dengan kebiasaan makan dan minum pasiennya. Dia menjadi hafal pasien yang ususnya berantakan pasti yang makan dan minumnya tidak bermutu. Dan, yang dia sebut tidak bermutu itu antara lain susu dan daging.


Dia melihat alangkah mengerikannya bentuk usus orang yang biasa makan makanan/minuman yang "jelek": benjol-benjol, luka-luka, bisul-bisul, bercak-bercak hitam, dan menyempit di sana-sini seperti diikat dengan karet gelang. Jelek di situ berarti tidak memenuhi syarat yang diinginkan usus. Sedangkan usus orang yang makanannya sehat/baik, digambarkannya sangat bagus, bintik-bintik rata, kemerahan, dan segar.


Karena tugas usus adalah menyerap makanan, tugas itu tidak bisa dia lakukan kalau makanan yang masuk tidak memenuhi syarat si usus. Bukan saja ususnya kecapean, juga sari makanan yang diserap pun tidak banyak. Akibatnya, pertumbuhan sel-sel tubuh kurang baik, daya tahan tubuh sangat jelek, sel radikal bebas bermunculan, penyakit timbul, dan kulit cepat menua. Bahkan, makanan yang tidak berserat seperti daging, bisa menyisakan kotoran yang menempel di dinding usus: menjadi tinja stagnan yang kemudian membusuk dan menimbulkan penyakit lagi.


Karena itu, Prof Hiromi tidak merekomendasikan daging sebagai makanan. Dia hanya menganjurkan makan daging itu cukup 15 persen dari seluruh makanan yang masuk ke perut. 


Dia mengambil contoh yang sangat menarik, meski di bagian ini saya rasa, keilmihannya kurang bisa dipertanggungjawabkan. Misalnya, dia minta kita menyadari berapakah jumlah gigi taring kita, yang tugasnya mengoyak-ngoyak makanan seperti daging: hanya 15 persen dari seluruh gigi kita. Itu berarti bahwa alam hanya menyediakan infrastruktur untuk makan daging 15 persen dari seluruh makanan yang kita perlukan.


Dia juga menyebut contoh harimau yang hanya makan daging. Larinya memang kencang, tapi hanya untuk menit-menit awal. Ketika diajak "lomba lari" oleh mangsanya, harimau akan cepat kehabisan tenaga. Berbeda dengan kuda yang tidak makan daging. Ketahanan larinya lebih hebat.


Di samping pemilihan makanan, Prof Hiromi mempersoalkan cara makan. Makanan itu, katanya, harus dikunyah minimal 30 kali. Bahkan, untuk makanan yang agak keras harus sampai 70 kali. Bukan saja bisa lebih lembut, yang lebih penting agar di mulut makanan bisa bercampur dengan enzim secara sempurna. Demikian juga kebiasaan minum setelah makan bukanlah kebiasaan yang baik. Minum itu, tulisnya, sebaiknya setengah jam sebelum makan. Agar air sudah sempat diserap oleh usus lebih dulu.


Bagaimana kalau makanannya seret masuk tenggorokan? Nah, ini dia, ketahuan. Berarti mengunyahnya kurang dari 30 kali! Dia juga menganjurkan agar setelah makan sebaiknya jangan tidur sebelum empat atau lima jam kemudian. Tidur itu, tulisnya, harus dalam keadaan perut kosong. Kalau semua teorinya diterapkan, orang bukan saja lebih sehat, tapi juga panjang umur, awet muda, dan tidak akan gembrot.


Yang paling mendasar dari teorinya adalah: setiap tubuh manusia sudah diberi "modal" oleh alam bernama enzim-induk dalam jumlah tertentu yang tersimpan di dalam "lumbung enzim-induk". Enzim-induk ini setiap hari dikeluarkan dari "lumbung"-nya untuk diubah menjadi berbagai macam enzim sesuai keperluan hari itu. Semakin jelek kualitas makanan yang masuk ke perut, semakin boros menguras lumbung enzim-induk. Mati, menurut dia, adalah habisnya enzim di lumbung masing-masing.


Maka untuk bisa berumur panjang, awet muda, tidak pernah sakit, dan langsing haruslah menghemat enzim-induk itu. Bahkan, kalau bisa ditambah dengan cara selalu makan makanan segar. Ada yang menarik dalam hal makanan segar ini. Semua makanan (mentah maupun yang sudah dimasak) yang sudah lama terkena udara akan mengalami oksidasi. Dia memberi contoh besi yang kalau lama dibiarkan di udara terbuka mengalami karatan. Bahan makanan pun demikian.


Apalagi kalau makanan itu digoreng dengan minyak. Minyaknya sendiri sudah persoalan, apalagi kalau minyak itu sudah teroksidasi. Karena itu, kalau makan makanan yang digoreng saja sudah kurang baik, akan lebih parah kalau makanan itu sudah lama dibiarkan di udara terbuka. Minyak yang teroksidasi, katanya, sangat bahaya bagi usus. Maksudnya, mengolah makanan seperti itu memerlukan enzim yang banyak.


Apa saja makanan yang direkomendasikan? Sayur, biji-bijian, dan buah. Jangan terlalu banyak makan makanan yang berprotein. Protein yang melebihi keperluan tubuh ternyata tidak bisa disimpan. Protein itu harus dibuang. Membuangnya pun memerlukan kekuatan yang ujung-ujungnya juga berasal dari lumbung enzim. Untuk apa makan berlebih kalau untuk mengolah makanan itu harus menguras enzim dan untuk membuang kelebihannya juga harus menguras lumbung enzim.


Prof Hiromi sendiri secara konsekuen menjalani prinsip hidup seperti itu dengan sungguh-sungguh. Hasilnya, umurnya sudah 70 tahun, tapi belum pernah sakit. Penampilannya seperti 15 tahun lebih muda. Tentu sesekali dia juga makan makanan yang di luar itu. Sebab, sesekali saja tidak apa-apa. Menurunnya kualitas usus terjadi karena makanan "jelek" itu masuk ke dalamnya secara terus-menerus atau terlalu sering.


Terhadap pasiennya, Prof Hiromi juga menerapkan "pengobatan" seperti itu. Pasien-pasien penyakit usus, termasuk kanker usus, banyak dia selesaikan dengan "pengobatan" alamiah tersebut. Pasiennya yang sudah gawat dia minta mengikuti cara hidup sehat seperti itu dan hasilnya sangat memuaskan. Dokter, katanya, banyak melihat pasien hanya dari satu sisi di bidang sakitnya itu. Jarang dokter yang mau melihatnya melalui sistem tubuh secara keseluruhan. Dokter jantung hanya fokus ke jantung. Padahal, penyebab pokoknya bisa jadi justru di usus. Demikian juga dokter-dokter spesialis lain. Pendidikan dokter spesialislah yang menghancurkan ilmu kedokteran yang sesungguhnya.


Saya mencoba mengikuti saran buku ini sebulan terakhir ini. Tapi, baru bisa 50 persennya. Entah, persentase itu akan bisa naik atau justru turun lagi sebulan ke depan.


Yang menggembirakan cara buku Prof Hiromi ini adalah: orang itu harus makan makanan yang enak. Dengan makan enak, hatinya senang. Kalau hatinya sudah senang dan pikirannya gembira, terjadilah mekanisme dalam tubuh yang bisa membuat enzim-induk bertambah. Nah...gan pei!





Rabu, 03 November 2010

Habis Diet Melar Lagi. Pahami Penyebabnya

oleh Komunitas Sehat, Cantik, Langsing pada 22 Oktober 2010 jam 18:37Sudah bersusah payah diet tapi berat badan malah naik lagi. Banyak orang yang sukses melakukan diet, tapi tak berapa lama kemudian kiloannya bertambah. Pasti ada kesalahan yang Anda perbuat hingga menyebabkan semua itu. Apa saja?

ada beberapa hal yang membuat diet yang tadinya sukses tiba-tiba gagal total.

1. Diet dilakukan dengan drastis Studi sudah membuktikan bahwa seseorang yang melakukan diet instan, cepat atau drastis akan mengalami kenaikan berat badan lagi dengan cepat. Hal ini dikarenakan tubuh belum bisa beradaptasi dengan keadaan yang sekarang. Mengurangi asupan secara drastis hanya akan menimbun nafsu makan dan suatu saat bisa meledak.

2. Mengurangi karbohidrat tapi makan snack Anda kira dengan mengurangi karbohidrat saja sudah cukup? Asal tahu saja, karbohidrat hanya berkontribusi sebanyak 16 kilojoule untuk tubuh. Yang harus diwaspadai adalah makanan-makanan kecil (snack) yang banyak mengandung gula, protein dan minyak. Orang yang berhasil diet biasanya merasa aman-aman saja kalau makan sesuatu dengan porsi kecil, padahal siapa tahu dalam porsi kecil itu terdapat gula atau lemak yang tinggi.

3. Konsumsi obat atau minuman pelangsing Bahan-bahan yang terdapat dalam produk pelangsing seperti Ephedra bisa sangat membahayakan tubuh. Meskipun dibilang dari bahan alami, tapi ternyata efeknya tidak baik untuk pencernaan dan ginjal karena memiliki sifat laksatif atau diuretik. Selain itu, jika Anda menggunakan produk-produk pelangsing untuk diet, risiko kecanduan pun bisa terjadi sehingga ketika Anda sudah tidak minumobat itu lagi berat badan menjadi bertambah lagi.

4. Depresi Keadaan emosi yang tidak stabil bisa meningkatkan nafsu makan seseorang dan melupakan bagaimana susah payahnya Anda menurunkan berat badan sebelumnya. Depresi membuat hormon serotonin yang mengatur pencernaan makanan menjadi menurun sangat drastis (drop).

Hasilnya tubuh menjadi lemas dan tidak bertenaga, dan saat itu pula pikiran yang ada di otak adalah bagaimana caranya membangun tenaga untuk meningkatkan level serotonin. Akhirnya tubuh tergerak untuk lebih banyak makan karbohidrat, gula, kue dan cokelat.

5. Efek pengobatan Banyak obat dan tindakan medis yang menyebabkan berat badan kembali bertambah diantaranya mengonsumsi pil hormon, orticosteroids, antidepressants and anxiolytics. Solusinya yaitu konsultasikan dengan dokter apakah ada obat lain yang bisa mengobati tanpa menambah berat badan dan jangan lupa olahraga agar badan tetap bergerak dan bisa membakar kalori lebih banyak jika berat badan kembali bertambah. 




Cerita Anak Sekolah, Karyawan dan Pengusaha


Anak Sekolah       : Jumlah uang jajan ditentukan orang tua.
Karyawan             : Jumlah gaji ditentukan bos.
Pengusaha            : Profit diatur sendiri sesukanya.
Anak Sekolah       : Jam bangun diatur orang tua dan sekolah.
Karyawan             : Jam bangun diatur bos dan kantor.
Pengusaha            : Jam bangun atur sendiri.
Anak Sekolah       : Bolos sekolah itu dosa.
Karyawan             : Bolos kerja itu dosa.
Pengusaha            : Menjalankan bisnis atau nggak, urusan gue.
Anak Sekolah       : Tidak masuk sekolah harus minta ijin.
Karyawan             : Tidak masuk kerja harus minta ijin.
Pengusaha            : It’s my own business!
Anak Sekolah       : Kalau salah dihukum.
Karyawan             : Kalau salah dihukum.
Pengusaha            : Kalau salah, rugi duit, tapi nggak dimarahi.
Anak Sekolah       : Dimarahi orang tua dan guru.
Karyawan             : Dimarahi bos.
Pengusaha            : Siapa yang berani marahi saya???
Anak Sekolah       : Semangat ada kalau hampir jam pulang.
Karyawan             : Semangat ada kalau hampir jam pulang.
Pengusaha            : Jam pulang??? Terserah gue!
Anak Sekolah       : Libur diatur sekolah.
Karyawan             : Libur diatur kantor.
Pengusaha            : Libur atur sendiri.
Anak Sekolah       : Kalau nakal dimarahi guru.
Karyawan             : Kalau nakal dimarahi bos.
Pengusaha            : Kenakalan saya disebut “Kreatif” .
Anak Sekolah       : Takut pada guru dan orang tua.
Karyawan             : Takut pada bos.
Pengusaha            : Hanya takut pada hukum dan Tuhan.
Anak Sekolah       : Masuk sekolah demi nilai.
Karyawan             : Masuk kerja demi uang.
Pengusaha            : Bisnis adalah untuk melayani orang lain, dan jadi profit.
Anak Sekolah       : Seragam anda sama dengan teman sekolah.
Karyawan             : Seragam anda sama dengan teman sekantor.
Pengusaha            : Tidak kenal seragam.
Anak Sekolah       : Kalau sakit perlu surat dokter.
Karyawan             : Kalau sakit perlu surat dokter.
Pengusaha            : Sakit urusan gue.
Anak Sekolah       : Kalau bosan tidak boleh melarikan diri.
Karyawan             : Kalau bosan tidak boleh melarikan diri.
Pengusaha            : Bosan? Kabur yuk!
Anak Sekolah       : Paling takut dikeluarkan dari sekolah,
Karyawan             : Paling takut dikeluarkan dari kerja (PHK).
Pengusaha            : Nggak ada PHK. Bangkrut? Bangun lagi!
Anak Sekolah       : Tidak boleh shopping pada jam sekolah.
Karyawan             : Tidak boleh shopping pada jam kerja.
Pengusaha            : Shopping semau saya.
Anak Sekolah       : Sabtu masuk setengah hari, Minggu libur.
Karyawan             : Sabtu masuk setengah hari, Minggu libur.
Pengusaha            : Bisa masuk dan libur kapan saja.
Anak Sekolah       : Hari besar libur.
Karyawan             : Hari besar libur.
Pengusaha            : Lebih enak libur di hari kerja lho!
Anak Sekolah       : Hanya bisa makan pada jam istirahat.
Karyawan             : Hanya bisa makan pada jam istirahat.
Pengusaha            : Makan pada waktu yang ditentukan diri sendiri.
Anak Sekolah       : Diatur orang tua dan guru.
Karyawan             : Diatur bos.
Pengusaha            : Siapa yang mengatur saya???
Anak Sekolah       : Terikat sekolah.
Karyawan             : Terikat kantor.
Pengusaha            : Bebas!!!
Anak Sekolah       : Mobil milik orang tua.
Karyawan             : Mobil milik kantor.
Pengusaha            : Mobil milik sendiri.
Anak Sekolah       : Rumah numpang orang tua.
Karyawan             : Rumah adalah fasilitas dari kantor.
Pengusaha            : Rumah milik sendiri.
Anak Sekolah       : Merusakkan mobil, dimarahi orang tua.
Karyawan             : Merusakkan mobil, dimarahi bos.
Pengusaha            : Diperbaiki dong! Tanpa dimarahi.
Waktu masih kecil, harus menuruti orang tua dan guru. Sudah besar, apakah harus menurut bos???
Kapan jadi benar-benar dewasa???
Gaji dan uang jajan tidak bikin kaya!!!