Jumat, 19 Mei 2017

Habis Diet Melar Lagi? Pahami Penyebabnya!

Bismillahirrohmanirrohim


oleh Komunitas Sehat, Cantik, dan Langsing.

Sudah   bersusah payah diet tapi berat badan malah naik lagi. Banyak orang  yang sukses melakukan diet, tapi tak berapa lama kemudian kiloannya    bertambah. Pasti ada kesalahan yang Anda perbuat hingga menyebabkan semua itu. Apa saja?

Ada beberapa hal yang membuat diet yang tadinya sukses tiba-tiba gagal total.

1. Diet dilakukan dengan drastis
Studi sudah membuktikan bahwa seseorang yang melakukan diet instan,    cepat atau drastis akan mengalami kenaikan berat badan lagi dengan cepat. Hal ini dikarenakan tubuh belum bisa beradaptasi dengan keadaan yang sekarang. Mengurangi asupan secara drastis hanya akan menimbun    nafsu makan dan suatu saat bisa meledak.

2. Mengurangi karbohidrat tapi makan snack
Anda kira dengan mengurangi karbohidrat saja sudah cukup? Asal tahu    saja, karbohidrat hanya berkontribusi sebanyak 16 kilojoule untuk tubuh. Yang harus diwaspadai adalah makanan-makanan kecil (snack) yang  banyak mengandung gula, protein dan minyak. Orang yang berhasil diet  biasanya   merasa aman-aman saja kalau makan sesuatu dengan porsi kecil,  padahal siapa tahu dalam porsi kecil itu terdapat gula atau lemak  yang tinggi.

3. Konsumsi obat atau minuman pelangsing Bahan-bahan yang terdapat dalam produk pelangsing seperti Ephedra bisa sangat membahayakan tubuh. Meskipun dibilang dari bahan alami, tapi    ternyata efeknya tidak baik untuk pencernaan dan ginjal karena memiliki sifat laksatif atau diuretik. Selain itu, jika Anda menggunakan    produk-produk pelangsing untuk diet, risiko kecanduan pun bisa terjadi sehingga ketika Anda sudah tidak minum obat itu lagi berat badan menjadi bertambah lagi.

4. Depresi
Keadaan  emosi  yang tidak stabil bisa meningkatkan nafsu makan seseorang  dan   melupakan bagaimana susah payahnya Anda menurunkan berat badan sebelumnya. Depresi membuat hormon serotonin yang mengatur pencernaan    makanan menjadi menurun sangat drastis (drop).

Hasilnya   tubuh menjadi lemas dan tidak bertenaga, dan saat itu pula  pikiran yang   ada di otak adalah bagaimana caranya membangun tenaga untuk    meningkatkan level serotonin. Akhirnya tubuh tergerak untuk lebih banyak makan karbohidrat, gula, kue dan cokelat.

5. Efek pengobatan Banyak obat dan tindakan medis yang menyebabkan berat badan kembali    bertambah diantaranya mengonsumsi pil hormon, orticosteroids,    antidepressants and anxiolytics. Solusinya yaitu konsultasikan dengan  dokter apakah ada obat lain yang bisa mengobati tanpa menambah berat    badan dan jangan lupa olahraga agar badan tetap bergerak dan bisa    membakar kalori lebih banyak jika berat badan kembali bertambah.


Selasa, 24 Januari 2017

Apa itu Makanan Organik?

Apa itu makanan organik?

Makanan organik adalah makanan yang dihasilkan dari pertanian organik, sebuah metode produksi berdasarkan prinsip-prinsip yang dimaksudkan untuk:

  *  Melindungi lingkungan
  *  Mempertahankan keanekaragaman hayati
  *  Menghormati siklus alam

Istilah “organik” mengacu pada cara produk pertanian dibudidayakan dan diproses. Persyaratan khusus harus dipenuhi dan dipertahankan agar produk dapat diberi label “organik”.

Tanaman organik harus dipelihara di tanah yang aman, tidak dimodifikasi secara genetis dan harus selalu terpisah dari produk konvensional. Petani tidak diperbolehkan menggunakan pestisida sintetis, organisme hasil rekayasa genetika (GMO) dan pupuk buatan. Meski demikian, residu pestisida tanaman organik tidak selalu nol karena pestisida masih dapat masuk melalui angin, air atau tanah.

Ternak organik harus memiliki akses ke luar ruangan dan diberi pakan organik. Mereka tidak boleh diberi antibiotik, hormon pertumbuhan atau produk sampingan hewani.

Agar mendapatkan label organik,  sebuah produk makanan olahan harus mengandung paling sedikit 95% bahan organik bersertifikat.

Manfaat mengkonsumsi makanan organik.

 *   Lebih bergizi.
Beberapa studi menunjukkan bahwa buah dan sayuran organik (misalnya, beras, tomat, kubis, bawang dan selada organik) mengandung lebih banyak nutrisi seperti vitamin, magnesium, fosfor, zinc dan besi. Susu organik mengandung lebih banyak vitamin E.
 *   Lebih sehat.
Makanan organik tidak dibentuk menggunakan pupuk kimia, pestisida kimia serta bahan kimia lain sehingga tidak merugikan tubuh manusia. Susu organik memiliki 50-80% lebih banyak antioksidan yang mengurangi risiko tumor.
 *  Lebih enak.
Banyak orang merasa bahwa makanan organik lebih enak daripada makanan non-organik. Alasan utamanya karena makanan itu dihasilkan dengan sarana produksi alami. Makanan organik juga sering dijual secara lokal sehingga masih segar.
 *   Kelestarian Lingkungan.
Menjaga lingkungan dari polusi tanah, air dan udara sehingga menciptakan dunia yang aman bagi kehidupan generasi mendatang.
 *   Kesejahteraan Hewan.
Kesejahteraan hewan merupakan aspek penting dalam produksi susu, daging, ayam dan ikan organik. Orang merasa senang mengkonsumi produk dari hewan yang tidak terkungkung  sengsara dalam sangkar.

Jika ingin sharing ilmu/info silahkan invite wa sy: 088217601594

Apa itu Makanan Organik?



Makanan organik adalah makanan yang dihasilkan dari pertanian organik, sebuah metode produksi berdasarkan prinsip-prinsip yang dimaksudkan untuk:

  *  Melindungi lingkungan
  *  Mempertahankan keanekaragaman hayati
  *  Menghormati siklus alam

Istilah “organik” mengacu pada cara produk pertanian dibudidayakan dan diproses. Persyaratan khusus harus dipenuhi dan dipertahankan agar produk dapat diberi label “organik”.

Tanaman organik harus dipelihara di tanah yang aman, tidak dimodifikasi secara genetis dan harus selalu terpisah dari produk konvensional. Petani tidak diperbolehkan menggunakan pestisida sintetis, organisme hasil rekayasa genetika (GMO) dan pupuk buatan. Meski demikian, residu pestisida tanaman organik tidak selalu nol karena pestisida masih dapat masuk melalui angin, air atau tanah.

Ternak organik harus memiliki akses ke luar ruangan dan diberi pakan organik. Mereka tidak boleh diberi antibiotik, hormon pertumbuhan atau produk sampingan hewani.

Agar mendapatkan label organik,  sebuah produk makanan olahan harus mengandung paling sedikit 95% bahan organik bersertifikat.

Manfaat mengkonsumsi makanan organik.

 *   Lebih bergizi.
Beberapa studi menunjukkan bahwa buah dan sayuran organik (misalnya, beras, tomat, kubis, bawang dan selada organik) mengandung lebih banyak nutrisi seperti vitamin, magnesium, fosfor, zinc dan besi. Susu organik mengandung lebih banyak vitamin E.
 *   Lebih sehat.
Makanan organik tidak dibentuk menggunakan pupuk kimia, pestisida kimia serta bahan kimia lain sehingga tidak merugikan tubuh manusia. Susu organik memiliki 50-80% lebih banyak antioksidan yang mengurangi risiko tumor.
 *  Lebih enak.
Banyak orang merasa bahwa makanan organik lebih enak daripada makanan non-organik. Alasan utamanya karena makanan itu dihasilkan dengan sarana produksi alami. Makanan organik juga sering dijual secara lokal sehingga masih segar.
 *   Kelestarian Lingkungan.
Menjaga lingkungan dari polusi tanah, air dan udara sehingga menciptakan dunia yang aman bagi kehidupan generasi mendatang.
 *   Kesejahteraan Hewan.
Kesejahteraan hewan merupakan aspek penting dalam produksi susu, daging, ayam dan ikan organik. Orang merasa senang mengkonsumi produk dari hewan yang tidak terkungkung  sengsara dalam sangkar.

Jika ingin sharing ilmu/info silahkan invite wa sy: 088217601594

Sabtu, 29 Oktober 2016

Prinsip-Prinsip Penyembuhan Diri


Setiap kita sesungguhnya dapat dan memiliki kekuatan untuk menyembuhkan diri kita sendiri manakala kita menderita sakit yang cukup parah. Tubuh kita diciptakan lengkap dengan sistem dan mekanisme penyembuhan yang secara otomatis mengatasi setiap gangguan yang terjadi dalam tubuh kita. Namun seringkali justru pikiran kita sendiri yang memperparah kondisi penyakit kita. Berikut adalah sejumlah prinsip yang perlu kita perhatikan dalam rangka memelihara kesehatan dan untuk menyembuhkan diri sendiri.

1. Apa yang kita yakini itu yang terjadi
Dalam sebuah penelitian tentang efek plasebo terbukti bahwa apa yang kita yakini sangat mempengaruhi apa yang terjadi pada kita. Dalam penelitian itu sejumlah pasien diberi tiga perlakuan obat pengurang rasa sakit yang berbeda: obat ringan, placebo (bukan obat sesungguhnya), dan morfin dosis tinggi.
Pasien yang diberi placebo namun diberitahu bahwa itu morfin, ternyata merasa bahwa rasa sakitnya hilang. Sedangkan pasien yang diberi morfin namun diberitahu bahwa dia diberi obat ringan, lebih dari separuh masih merasakan sakit. Apa pun yang diyakini oleh para pasien justru lebih penting dari pada apa yang sesungguhnya terjadi.

2. Sikap kita menentukan kesehatan kita
Ketika pertama kali kita tahu bahwa kita mengidap penyakit, biasanya respon awal adalah panik. Pikiran kita kemudian menjadi lumpuh oleh ketakutan. Semakin parah penyakit kita, semakin takut kita jadinya. Menurut Wallace Ellerbroek -- seorang ahli bedah yang akhirnya menjadi psikiater – kita sering memandang penyakit sebagai makhluk asing yang memasuki tubuh kita, bukannya sebuah proses. Jika kita memandang penyakit sebagai suatu proses untuk menuju keseimbangan baru, maka kita dapat membantu proses penyembuhan itu sendiri. Kekuatiran dan harapan negatif kitalah yang menyebabkan penyakit itu. Dengan kata lain, orang-orang yang takut kena penyakit lebih berpeluang untuk terkena penyakit sebab tubuhnya terkena dampak dari ketakutannya sendiri.

3. Obat terbaik adalah tertawa
Kita tahu bahwa orang yang tertekan, selalu sedih dan berpikiran negatif lebih sering terkena penyakit daripada orang yang selalu riang dan gembira. Penelitian menunjukkan bahwa kondisi mental yang penuh tekanan seperti: rasa bersalah, kegelisahan, kekuatiran, marah, dan ketakutan dapat menghalangi berfungsinya sistem kekebalan tubuh. Dalam penelitian medis baru-baru ini terbukti bahwa jika kita tertawa, tubuh kita mengeluarkan dua jenis hormon dari otak yang amat penting yaitu enkephalins dan endorphins yang dapat mengurangi rasa sakit, ketegangan dan depresi.

4. Berpikir sehat setiap hari
Setiap hari usahakan untuk meluangkan waktu beberapa menit mengisi pikiran kita dengan pemikiran tentang kesehatan dan kekuatan. Kirimkan pesan positif ke aliran darah, jaringan dan sel-sel tubuh kita. Bayangkanlah energi yang mengalir ke dalam tubuh kita. Rasakan bahwa tubuh kita adalah sebuah mesin yang dapat memperbaiki diri sendiri. Latihan ini merupakan penguat dan penyegar tubuh kita.

5. Lakukan afirmasi setiap hari
Setiap saat selalu katakan ”Every day in every way I am getting better and better.” Setiap hari saya semakin sehat dan semakin baik. Ingatkan diri kita bahwa tubuh kita dapat sembuh secara alami dan dapat memperbaiki diri sendiri. Afirmasikan senantiasa bahwa ”My body is a healing mechanism.”

6. Meditasi dan visualisasi
Salah satu cara mengatasi rasa sakit adalah dengan menggunakan warna. Rasa sakit adalah pertanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres atau tidak seimbang dalam tubuh kita. Jika kita terserang rasa sakit, anggaplah bahwa rasa sakit itu seperti warna merah. Pertama-tama, tingkatkanlah rasa sakit itu di pikiran kita dan bayangkan warnanya semakin merah terbakar. Bila kita dapat meningkatkan rasa sakit berarti kita juga dapat menurunkan intensitasnya. Kemudian bayangkanlah warna merah itu menghilang dan gantikanlah dengan warna favorit anda, misalnya biru, kuning atau hijau. Lihatlah dalam layar mental kita bahwa warna merah menghilang dan berubah menjadi warna baru yang menggantikan.
Setiap orang memiliki cara-cara sendiri untuk melakukan visualisasi dalam mengatasi penyakitnya. Yang pasti kita harus yakin dan disiplin secara rutin melakukan teknik visualisasi sampai penyakit itu hilang dari tubuh kita.

Fb: thegooh.setyo@gmail.com, teguh setyobudi konsultan organik

Minggu, 11 September 2016

Bacalah Dengan (menyebut) Nama Tuhanmu Yang Menciptakan

Mashaa Allah, adalah perintah Allah dalam Al Qur'an untuk kita memakan hanya yang Halal dan Baik. Dan kita pun diperintahkan untuk tidak mengikuti langkah2 syaitan...
Apa Makna Makanan yang Halal dan Baik sebenarnya? Apakah maksud larangan mengikuti langkah syaitan ?
Bagi kita yang Halal sudah jelas,
Akan tetapi bagi kami, Makanan yang Baik adalah Makanan yang tidak tercemar, yang murni bersumber dari tanah yang diproses tanpa rekayasa genetika, rekayasa hormonal, tambahan pewarna, perasa dan pengawet sintetis yang biasa kita sebut MAKANAN ORGANIK, makanan yang seperti nenek moyang kita dahulu makan, dan makanan mereka adalah makanan yang sama sekali jauh dari zat2 tidak baik (SINTETIS).
Apakah maksud dari larangan mengikuti larangan syaitan bersanding kalimat perintah terhadap menjaga makanan?
Jika memakan makanan yang haram adalah langkah syaitan dan kita dilarang untuk mengikutinya, bagaimana tentang perintah untuk memakan yang baik?
Bisa jadi memakan makanan yang tidak baik adalah merupakan langkah syaitan yang Allah melarang kita mengikutinya...
Wallahu Allam bisawab....
Lalu,
Bagaimanakah dengan makanan kita?
Apakah makanan2 yang kita makan saat ini, makanan pokok, sayur mayur, buah buahan dan mungkin suplemen2 yang anda makan sudah betul2 baik dan terbebas dari segala pencemaran dan tambahan zat2 Sintetis yang tidak baik (An Organic)
Masihkah kita menunda bergaya hidup Organik?
Pasti ada kebaikan dalam setiap perintah Allah akan tetapi kebaikan ini hanya akan ada bagi orang yang BERIMAN (Percaya) dan BERAMAL (ACTION).
Alhamdulillah, bagi kami...
BERGAYA HIDUP ORGANIK JAUH LEBIH MUDAH BERSAMA MELILEA.
Semoga Allah Ridho dengan upaya kami untuk menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya, dan semoga juga Allah memudahkan langkah kita semua berhijrah kepada yang lebih baik. Aamiin.

Alhamdulillah, insya Allah dan semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan bernilai ibadah. Aamiin.
Silahkan share, like dan komen jika bermanfaat.

Selasa, 07 Juni 2016

Kekuatan Spiritual Hati



Langkah pertama untuk menguatkan hati spiritual adalah dengan merenungkan tujuan penciptaan kita, hubungan kita dengan Allah, pertanggungjawaban kita kepada Allah Subhanallahu wa Ta'ala pada Hari Pertimbangan, dan bagaimana kita bisa memperbaiki diri dengan memfokuskan diri pada hati kita. Terus mengingat kematian membuat hidup ini tidak menyenangkan lagi dan kita akan mengurangi kecenderungan kita pada keinginan-keinginan yang justru menggiring kita untuk mendurhakai Allah. Justru kita terlalu "memberi hati" pada dunia ini, hati kita akan terpengaruh dengan kurang baik.
(Intelligent Heart, DR. Gohar Mushtaq)

Kamis, 19 Februari 2015

RENUNGAN BAGI KITA SEMUA



Berikut adalah cuplikan yg ada pada buku yg berjudul "Menikahlah, Engkau Menjadi Kaya" oleh A. Mudjab Mahalli, penerbit MITRA PUSTAKA, halaman 412-418:

    Ketiga, anjuran mensyukuri nikmat. Mensyukuri nikmat Allah yang telah diberikan, adalah bagian dari perangai Islami. Dalam Al-Quran Allah telah menegaskan: "Adakah balasan kebaikan selain kebaikan pula?" (QS. Ar-Rahman: 60). Islam mengajak umat manusia agar menghiasi diri dengan sikap sosial, lebih-lebih seorang istri terhadap suaminya. Sikap yang demikian memiliki dampak positip dalam meraih kebahagiaan dalam rumah tangga, sekaligus mengokohkan jalinan hubungan sosial kemasyarakatan. Sebaliknya, Islam sangat mengecam terhadap orang yang tidak mengerti membalas budi serta mengingkari kebaikan orang. Sebab orang yang tidak bisa mensyukuri jasa baik orang lain, sama saja dengan tidak mensyukuri pemberian Allah. Karena itu, seorang istri shalihah harus mampu mengakui serta mensyukuri jasa baik suaminya, hingga hubungan yang harmonis dan jalinan cinta kasih bisa abadi.
    Orang yang paling besar haknya serta paling pantas mendapatkan kebaikan istri adalah suami. Aisyah memberikan keterangan: "Aku pernah bertanya kepada Rasulullah: "Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling besar haknya atas seorang wanita?" Jawab Rasulullah: "Suaminya." Lantas aku bertanya lagi: "Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling besar haknya atas seorang lelaki?" Jawab Rasulullah: "Ibunya." (HR. Hakim dan Bazzar dari Aisyah, dan termasuk hadis hasan). Karena itu, Islam menganjurkan kepada istri shalihah agar mampu membalas kebaikan dan jasa-jasa suami dengan mensyukuri, menghormati, menghargai, dan mentaatinya. Mengenang jasa baik suami dengan memberikan ungkapan-ungkapan kata dan perilaku yang indah dalam pergaulan keseharian. Sahabat Abi Hurairah menerangkan, bahwa Rasulullah telah bersabda: "Seandainya aku diperkenankan memerintah kepada seseorang untuk menyembah sesamanya, niscaya aku perintahkan kepada seorang wanita untuk menyembah suaminya. Demi Allah yang diriku berada dalam kekuasaan-Nya, tidaklah seorang wanita menyia-nyiakan kewajiban terhadap Tuhannya hingga dia menyia-nyiakan kewajiban terhadap suaminya." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban dari Abi Hurairah, dan termasuk hadis hasan). Ini adalah menunjukkan betapa besar nilai pahala membalas kebaikan dan jasa-jasa suami dengan bersyukur dan memberikan pengakuan dalam bentuk ketaatan.
    Istri shalihah yang mampu mengakui kebaikan suami, yang pengakuannya diwujudkan dalam bentuk pengabdian, maka dia akan mendapatkan pahala besar. Sahabat Abdullah bin Mas'ud menerangkan, bahwa Rasulullah telah bersabda: "Apabila seorang istri mencuci pakaian suami, maka Allah menetapkan baginya seribu kebaikan, mengampuni seribu kejelekan, mengangkat baginya seribu derajat, dan seluruh makhluk yang terkena sinar matahari memohonkan ampunan baginya." (HR. Thabrani dari Abdullah bin Mas'ud).
    Mengingkari jasa baik yang telah diberikan, adalah tabiat orang-orang yang keji lagi buruk. Hal mana dapat merusak hubungan dan jalinan, hingga pada akhirnya akan merusak tatanan masyarakat. Lebih-lebih bila dilakukan oleh seorang istri terhadap suami, rumah tangganya pasti akan berantakan. Karena itu Islam sangat membenci serta memberikan ancaman terhadap orang yang memiliki sikap tidak tahu berterima kasih dan bersyukur. Dia dikategorikan manusia tidak bermoral. Sebab ketidaksudian memberikan penghargaan terhadap budi baik orang lain merupakan refleksi dari kebusukan jiwa dan kepribadian, hingga berdampak enggan bersyukur kepada Allah. Padahal Rasulullah telah menegaskan: "Barangsiapa tidak berterima kasih kepada orang lain, berarti dia tidak bersyukur kepada Allah." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ahmad).
    Istri yang tidak tahu berterima kasih terhadap suami, sangat dikecam oleh Islam. Sikap yang demikian dapat memasukkan dirinya ke dalam siksa neraka. Zainab menerangkan, bahwa Rasulullah pernah berkhutbah kepada para sahabat, seraya bersabda: "Aku melihat neraka dan kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita." Lantas mereka berkata: "Mengapa demikian, ya Rasulullah?" Jawab Rasulullah: "Karena kekufurannya." Mereka bertanya lagi: "Adakah mereka kufur kepada Allah, ya Rasulullah?" Jawab Rasulullah: "Mereka kufur kepada kebaikan. Ketika kalian berbuat kebaikan kepada salah seorang dari mereka (kaum wanita) sepanjang tahun, kemudian dia melihat satu kekurangan saja darimu, dia akan mengatakan bahwa dirimu sedikitpun belum pernah berbuat baik kepadanya." (HR. Bukhari dan Muslim dari Zainab). Jadi, kebanyakan penghuni neraka adalah wanita yang tidak tahu berterima kasih kepada suaminya. Ibarat suami sudah berbuat baik sepanjang tahun, kemudian hanya ada satu kekurangan saja, wanita itu akan mengatakan bahwa suaminya belum pernah berbuat baik kepadanya. Sungguh, yang demikian merupakan kekufuran terhadap nikmat Allah yang luar biasa, hingga pantas dimasukkan ke dalam siksa neraka.
    Seorang istri shalihah tentu selalu berupaya menjauhi sikap tidak tahu berterima kasih, lebih-lebih terhadap suami. Sebab dia sadar, bahwa sikap tersebut bisa melebur seluruh anak kebajikan yang telah dilakukan. Aisyah menerangkan, bahwa Rasulullah telah bersabda: "Apabila seorang wanita berkata kepada suaminya: "Aku sama sekali belum pernah melihat dan merasakan kebaikanmu," maka terhapuslah semua amal kebajikannya." (HR. Ibnu Adiy dan Ibnu Asakir dari Aisyah).
    Imam Azizi menerangkan: "Wanita yang mengingkari kebaikan suami, maka amal kebajikannya dilebur oleh Allah. Kerusakan amal tersebut sebagai balasan atas kedurhakaannya terhadap suami. Jadi, pahala wanita itu terhalang, kecuali dia bertobat, kembali mengakui segala kebaikan yang telah diberikan suami. Dan bila ucapan istri itu benar, karena memang suami tidak pernah berbuat baik, maka yang demikian tidak mengakibatkan dileburnya amal kebajikan yang telah dilakukan."
    Istri yang tidak mensyukuri kebaikan suami, pada hari kiamat nanti akan dijauhkan dari rahmat Allah. Sahabat Thalhah bin Ubaidillah menerangkan, bahwa Rasulullah telah bersabda: "Wanita mana saja yang berkata kepada suaminya: "Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikanmu, " pada hari kiamat nanti Allah tidak akan memberikan rahmat keapadamu." (HR. Ibnu Adiy dari Thalhah bin Ubaidillah). Sahabat Abdillah bin Amr bin Ash juga menerangkan, bahwa Rasulullah telah bersabda: "Sungguh Allah tidak akan memandang wanita yang tidak tahu bersyukur terhadap suami." (HR. Nasai dari Abdillah bin Amr bin Ash).
    Seorang istri yang kaya, kemudian dia tidak mampu bersyukur terhadap suami, maka kelak di akhirat akan dikumpulkan bersama Qarun. Sahabat Utsman bin Affan menerangkan, bahwa Rasulullah telah bersabda: "Seandainya ada seorang wanita memiliki dunia dengan segala isinya, kemudian seluruh kekayaannya itu dia belanjakan untuk kepentingan suaminya, lantas setelah selang beberapa waktu dia mengungkit-ungkitnya, maka Allah akan melebur seluruh amal kebajikannya, dan akan dihalau ke neraka bersama Qarun." (HR. Ibnu Adiy dari Utsman bin Affan). Sahabat Abi Hurairah menerangkan, bahwa Rasulullah telah bersabda: "Seandainya ada seorang wanita memiliki harta seperti kekayaan nabi Sulaiman bin Dawud, kemudian sang suami ikut makan harta tersebut, lantas dia berkata kepada suaminya: "Dimana hartaku, " maka Allah akan melebur amal kebajikannya selama empat puluh tahun."
    Seorang istri yang menuntut sesuatu, hingga membuat repot sang suami, maka akan dilaknat oleh para malaikat. Sahabat Sa'ad bin Abi Waqash menerangkan, bahwa Rasulullah telah bersabda: "Apabila seorang wanita tidak mau melapangkan (meringankan) kesempitan yang dihadapi suami, maka Allah murka kepadanya, dan seluruh malaikat melaknatinya." (HR. Ibnu Asakir dari Sa'ad bin Abi Waqash). Jadi, seorang istri shalihah harus selalu berupaya meringankan beban yang ditanggung suami. Jangan malah memberatkannya. Seandainya suami memiliki harta lebih pun, seorang istri tidak dibenarkan mengambil tanpa ijin. Apalagi menuntut sesuatu di luar kemampuan, sungguh suatu sikap yang sangat tidak terpuji. Sahabat Mu'awiyah menerangkan, bahwa Rasulullah telah bersabda: "Wanita mana saja yang mengambil harta suami tanpa ijin, maka dia akan menanggung dosa sama dengan dosa tujuh puluh ribu pencuri." (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Adiy dari Mu'awiyah).
    Bila istri yang durhaka akan mendapatkan siksa neraka, tentu saja bagi istri yang taat kepada suami akan mendapatkan balasan surga. Padahal ketaatan terhadap suami, adalah hal yang pertama kali dihisab pada hari kiamat. Sahabat Abi Hurairah menerangkan, bahwa Rasulullah telah bersabda: "Perkara yang pertama kali ditanyakan kepada seorang wanita pada hari kiamat nanti, adalah mengenai shalat lima waktu dan waktu ketaatannya terhadap suami." (HR. Ibnu Hibban dari Abi Hurairah).
    Sikap tidak terpuji dan mengingkari kebaikan suami, pasti dihindari oleh seorang istri shalihah. Dia selalu berupaya menghias diri dengan akhlak karimah, dan berterima kasih kepada suami. Mencari keridhaan Allah, dan membahagiakan suami. Meraih ketenteraman hidup dan ketenangan jiwa, serta menciptakan suasana yang penuh kepasrahan dan kesederhanaan. Dia sadar, bahwa suamilah yang telah melindungi kehormatan dan harga dirinya. Menyelamatkan dirinya dari kehinaan dan perbuatan haram, serta membebaskan dirinya dari perdagangan nafsu syahwat para manusia jalang. Dia sadar pula, bahwa suamilah yang memberi nafkah, siap menanggung beban berat dan bekerja sepanjang hari demi memenuhi kebutuhan keluarga, baik sandang, pangan maupun tempat tinggal yang nyaman. Perabot rumah tangga yang layak, dan kehidupan setara dengan yang lain. Suamilah yang selalu berupaya membimbing serta mengarahkan dirinya, demi mewujudkan kebahagiaan dunia dan akhirat yang didamba bersama.
    Bila suami merasa bahwa istrinya memberikan pelayanan dan penghargaan yang baik, sebagai ucapan terima kasih atas kebaikan yang telah dilakukan terhadapnya, maka hal demikian akan menumbuhkan cinta kasih yang mendalam serta merangsang suami untuk memberikan sesuatu yang lebih banyak lagi. Suami merasa berada di lahan subur, hingga cepat menumbuhkan pohon kebaikan dan membuahkan hasil yang baik berupa sanjungan dan balas budi sang istri. Tentu saja hubungan mesra, jalinan kasih yang kokoh, dan kerjasama dalam membangun mahligai rumah tangga, akan terasa semakin indah. Di sanalah akan terpancar sinar kebahagiaan dan kedamaian. Sebaliknya, sikap mengingkari kebaikan suami hanya akan mendatangkan kekeruhan hati, merangsang sifat kikir, membangkitkan kejengkelan dan kemarahan, menimbulkan perselisihan dan pertengkaran, yang akhirnya hubungan rumah tangga menjadi porak-poranda.
    Untuk itu, kepada istri shalihah ditawarkan satu di antara dua pilihan dari kehidupan berikut ini.
    Pertama, kehidupan dimana istri selalu berkata kepada suami: "Aku butuh ini dan itu, tapi kenyataannya aku belum pernah menerima apapun darimu," hingga kemudian suami membalas dengan ucapan: "Aku tidak akan pernah memberi sesuatu pun kepadamu, karena tidak pernah membuahkan suatu hasil kebaikan darimu." Pada akhirnya antara suami istri saling menyakiti, melukai, mencela, menghardik, bahkan sampai baku hantam.
    Kedua, kehidupan dimana istri selalu berkata mesra kepada suami: "Suamiku, semoga Allah memberimu pahala atas kebaikan yang telah engkau berikan kepadaku, sekalipun sangat kecil. Semoga Allah senantiasa mencurahkan pertolongan kepada kita," lantas suami membalas dengan kata penuh kasih pula: "Istriku, engkau kepingin apa. Dengan segala senang hati aku akan memenuhinya." Pada akhirnya rasa saling pengertian, hormat-menghormati, bahu-membahu, memadu cinta kasih dan kemesraan, akan tumbuh dengan subur.
    Renungkanlah, wahai istri shalihah. Jatuhkanlah pilihan anda kepada sikap yang lebih menguntungkan dirimu, baik di dunia maupun di akhirat. Sebab sorga yang penuh kenikmatan dan kebahagiaan, hanya dapat diraih dengan ketenangan dan ketenteraman dalam berumahtangga. Bukankah Rasulullah telah menegaskan: "Rumahku, sorgaku."


Semoga bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.