Sabtu, 06 November 2010

Motivasi Untuk Kita

Jika orang lain yakin pada Anda dan mempekerjakan Anda serta mereka pikir, Anda dapat menghasilkan uang untuk mereka. . . .
Mengapa Anda tidak bekerja dan menghasilkan uang untuk Anda sendiri serta mewujudkan Rencana Masa Depan Anda !!!
"Orang yang menjadi kaya, adalah orang yang mengurusi bisnisnya sendiri. Bukan orang yang mengurusi bisnis orang lain ; Robert.T.Kiyosaki - Rich Dad Poor Dad "

Kisah Ember dan Pipa
Seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi, serta kerasnya persaingan hidup, waktu dan tenaga bagi semua orang adalah taruhan dalam upaya mereka untuk memelihara kelangsungan hidup. Tidak peduli siang atau malam, hujan ataupun tidak mereka bekerja keras untuk mendapatkan uang. Hanya untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidup. Namun yang menjadi masalah sekarang adalah, pertama waktu terbatas hanya 24 jam dan yang kedua adalah ???TIDAK SELAMANYA KITA BEKERJA???.

Bagaimana caranya???
UBAH PARADIGMA ANDA DALAM MENGHASILKAN INCOME !!!

Bekerja keras tidaklah cukup untuk menjamin semuanya itu, belum lagi kebutuhan hidup yang semakin tinggi dan demi menggapai impian yang begitu besar. Lalu bagaimana Anda bisa mewujudkan impian tanpa dipusingkan oleh semuanya itu? Kuncinya adalah menemukan bisnis/usaha yang paling tepat!!

Paradigma umum orang menghasilkan income adalah ??? Bekerja untuk mencari uang??? dengan mengorbankan waktu dan tenaga untuk bekerja. Apa masalahnya sekarang??!! Tidak selamanya kita terus menerus bekerja karena ada saatnya kita memasuki masa pensiun/tua,PHK, stress, depresi dengan urusan kantor, belum kalo sakit, kemudian harus meluangkan waktu untuk keluarga, belum lagi beban hidup yang semakin berat. Sekarang saatnya anda mengubah paradigma lama itu dengan paradigma sukses. Yaitu bekerja untuk membangun aset/jaringan.

Bekerja mencari uang bisa saja mencapai impian.
Tapi masalahnya BUTUH BERAPA TAHUN ??!, CUKUPKAH GAJI ANDA SEKARANG INI UNTUK MENCAPAI IMPIAN? .
Disini Saya akan mencoba menjelaskan suatu konsep ???
BEKERJA MEMBANGUN ASET??? .
sebagai gambarannya, saya akan memberikan sebuah cerita dimana cerita ini menunjukkan betapa pentingnya kita membangun sebuah aset.

Alkisah ada dua orang bersaudara bernama Pablo dan Bruno. Mereka berdua bekerja sebagai pembawa ember, mengangkut air yang dibutuhkan desa tempat tinggal mereka dengan imbalan sekian rupiah per ember. Dalam hal ini mereka membarterkan ember yang mereka bawa dan waktu untuk mendapatkan uang. Sementara Pablo bekerja, ia berpikir bagaimana mengerjakan tugas tersebut dengan lebih efisien, dengan ide untuk membangun saluran pipa yang dapat mengalirkan air dari sumbernya ke desa.

“Bruno, saya punya rencana,” kata Pablo keesokan harinya saat mereka mengambil ember- ember dan berangkat menuju ke sungai.”Daripada kita mondar-mandir membawa-bawa ember hanya untuk mendapatkan beberapa penny per hari, kenapa kita tidak sekalian saja membuat sebuah saluran pipa dari sungai ke desa kita”. Bruno menghentikan langkahnya seketika. “Saluran pipa! lde dari mana itu ?!!” seru Bruno.

Bruno tidak tertarik dan mentertawakan ide Pablo. Namun, Pablo sangat yakin akan impiannya, dan memutuskan untuk mengerjakan proyek tersebut sendirian. Sementara itu, Bruno hidup dengan nyaman bahkan cenderung mewah karena pekerjaan membawa ember ternyata memberikan penghasilan yang memadai. Bruno dapat membeli rumah, kendaraan, dan keperluan lainnya, serta tak ketinggalan juga mentraktir teman-teman minum di kedai kopi. Pekerjaan Pablo memang berat karena harus bekerja ekstra, sambil membangun saluran pipa, ia masih harus bekerja di siang hari untuk menghidupi keluarganya.

Dari hari menjadi minggu, dari minggu menjadi bulan bahkan akhirnya hitungan tahun Pablo bekerja siang malam tak kenal lelah membangun saluran pipa.

Mula-mula hanya beberapa meter, kemudian menjadi ratusan meter, hingga akhirnya puluhan kilometer saluran pipa berhasil menghubungkan sumber air ke desanya. Ketika akhirnya pekerjaan itu rampung, seluruh desa menjadi senang karena mendapat pasokan air yang terus-menerus dari saluran pipa tersebut, tak peduli siang atau malam.

Seluruh desa tak lagi kuatir pasokan terhenti ketika pembawa ember sedang sakit atau berlibur. Pablo pun mendapat penghargaan atas jasanya, serta penghasilan yang berlimpah, seperti pipa yang mengalirkan air. Sekarang Pablo tak perlu lagi mengangkut air dengan menggunakan ember. Sementara itu, kondisi Bruno semakin memprihatinkan karena tenaganya semakin berkurang dimakan waktu dan punggungnya semakin bongkok menopang beban. Jika tidak bekerja, ia tidak akan mendapatkan penghasilan… ( Cuplikan dari buku “Parable of The Pipeline” karya Burke Hedges )

JIKA Anda terkejut dengan saduran cerita saya di atas, silahkan anda baca penjelasannya di bawah ini “Siapakah Anda?” Seorang pembawa ember? Ataukah seorang pembuat saluran pipa? Apakah Anda hanya mendapatkan gaji kalau Anda datang ke tempat pekerjaan, seperti Bruno Si Pengangkat ember ? Ataukah Anda termasuk orang yang bekerja hanya sekali saja kemudian Anda dibayar terus menerus, seperti Pablo pembuat saluran pipa? Yang saya maksud bukan pembuat saluran pipa air ledeng, tapi pipa penghasilan !!! Menurut Burke Hedges (penulis the parable of the pipeline), cara paling ideal saat ini untuk memiliki saluran pipa adalah dengan Network Marketing/Personal Frenchise. ???cara membangun usaha yang menghasilkan income yang berkesinambungan seperti sebuah saluran pipa yang mengalirkan airnya tanpa peduli siang ataupun malam???

sumber:
1. Parable of The Pipeline - Burke Hedges
2. Cashflow Quadrant - Robert Kiyosaki

" JIKA INGIN KAYA MAINKANLAH INSTRUMENT INVESTASI... JIKA TIDAK CUKUP MODAL...MAINKAN BISNIS JARINGAN "

Pemberian ASI Eksklusif Tak Bisa Dibantah

oleh MELILEA pada 13 September 2009 jam 5:43

Draft Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan yang akan disahkan dalam sidang paripurna tanggal 15 September 2009 tampaknya tak akan mengalami perubahan. Padahal, beberapa pasal di dalamnya masih menuai kontroversi. Salah satunya adalah pasal 88 yang mengatur pemberian air susu ibu (ASI) ekslusif pada bayi.

Dalam Pasal 88 RUU Kesehatan disebutkan, setiap bayi berhak mendapat air susu ibu eksklusif minimal selama 6 bulan kecuali dalam hal kedaruratan medis. Selama ibu memberi ASI, pihak keluarga, pemerintah dan masyarakat harus mendukung penuh berupa penyediaan waktu dan fasilitas khusus pada ibu untuk memberi ASI pada bayinya di tempat kerja dan sarana umum.

Menurut dr.Achmad Mediana, Sp.OG dari Perkumpulan Perinatologi Indonesia, indikasi darurat medis bisa sangat beragam. "Kondisi seperti apa yang disebut darurat medis, apakah puting lecet, kanker payudara, atau ibu memakai narkoba," katanya.

Achmad menilai, tidak jelasnya definisi darurat medis dalam pasal tersebut bisa membuka peluang praktik pemberian susu formula bagi bayi berusia kurang dari 6 bulan. "Padahal, dalam kondisi apa pun ASI bisa diberikan kepada bayi," paparnya.

ASI, menurut Achmad, merupakan makanan yang paling cocok untuk bayi. "Hal ini tidak bisa didebat lagi dan tak perlu dibandingkan dengan susu formula," tegas dokter yang juga menjadi penggagas Jakarta Breastfeeding Center ini.

Selain lebih sesuai dengan kebutuhan bayi, ASI juga mengandung antibodi yang merupakan perlindungan alami bagi bayi baru lahir. Karena itu menurut Achmad ibu yang sakit tetap bisa menyusui bayinya sebab dalam ASI terkandung antibodi untuk melawan penyakit yang bersangkutan.

Menurut draft RUU Kesehatan, bila terjadi praktik pemberian susu formula bagi bayi baru lahir dalam kondisi tidak darurat medis, penyedia layanan kesehatan, baik dokter, bidan atau manajemen rumah sakit bisa dikenai sanksi pidana dan denda hingga 300 juta rupiah.

Sumber : http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/09/11/11383894/pemberian.asi.eksklusif.tak.bisa.dibantah.

THE POWER OF KEPEPET

Berikut adalah tulisan yg sy ambil dari bukunya Jaya Setiabudi yg berjudul The Power of Kepepet. Manusia adalah makhluk Allah yg paling sempurna. Sadar atau tidak kita sadari, kita semua adalah seorang juara. Hal itu sudah dimulai dari sebelum kita lahir di dunia. Setelah kita lahir di dunia kita berteriak dengan semangat seolah-olah mau mengatakan bahwa seorang juara telah lahir di dunia. Lalu kita mulai belajar, belajar dan terus belajar tanpa mengenal menyerah. Hal itu dibuktikan dg berhasilnya kita berbicara, berjalan bahkan berlari dan hal-hal menakjubkan lainnya. Sebenarnya kita semua mempunyai peluang yg sama untuk sukses termasuk dalam hal bisnis. Sy berpendapat kita semua bisa atau mampu untuk sukses. Permasalahannya adalah apakah kita mau atau tidak untuk sukses. Mau disini tidak sekedar perkataan di mulut tapi diwujudkan dg berbagai upaya tanpa mengenal menyerah. Segala sesuatu mempunyai harganya masing-masing. Begitu juga dg kesuksesan.
Ok, sy mulai cuplikan beberapa paragraf di buku tersebut.

SEANDAINYA...
...sekarang Anda tidak memiliki uang tabungan. Penghasilan pun kurang dari 5 juta rupiah sebulan. Apakah Anda bisa mendapatkan uang 50 juta, jam 9 esok hari, sebagai modal usaha? Ya, sebagai modal usaha Anda. Nah, saat saya menyampaikan pertanyaan ini kepada peserta seminar, hampir semua menjawab, tidak bisa. Kenapa? Karena mereka mengukur kemampuannya berdasarkan kondisi normal mereka. Taruhlah penghasilan mereka rata-rata 5 juta per bulan, paling banter tabungannya 2 juta per bulan. Maka, perlu 25 bulan untuk mendapatkan 50 juta. So, secara logika hampir mustahil mendapatkan uang sebanyak itu esok pagi, apalagi sekadar sebagai modal usaha.
Lalu, bagaimana reaksi mereka (dan Anda tentu saja) jika pertanyaan itu saya ubah? Nah, simak baik-baik...

Bayangkanlah, malam hari ini, orang yang paling Anda sayangi mendadak sakit keras, demam tinggi dan kondisinya semakin melemah. Kemudian Anda membawanya ke rumah sakit. Setelah pengecekan di UGD, ternyata dia didiagnosis mengidap tumor ganas di otaknya. Dokter mengatakan bahwa ia harus dioperasi besok juga, jika tidak, maka nyawanya akan melayang. Nah, operasi hanya bisa dilaksanakan jika Anda menyerahkan uang tunai sejumlah 50 juta rupiah paling lambat jam 9 esok hari. Bagaimana? Apakah Anda masih akan mengatakan tidak bisa? Mayoritas akan menjawab, "Harus bisa"!

Kenapa? Karena kepepet! Jika tidak, nyawa orang yang Anda cintai akan melayang. Entah dari mana dapat duitnya...

Satu hal yang pasti
Sebenarnya jika dalam kondisi yang kepepet dan tidak diberikan pilihan untuk 'tidak bisa', manusia akan berpikir dan mencari jalan 'bagaimana harus bisa'. Tetapi kenapa sukses, kaya, membahagiakan orang tua atau keluarga, seolah bukan suatu kebutuhan yang mendesak? Padahal, hanya satu hal yang pasti dari uang yang Anda gunakan untuk menyelamatkan buah hati, yaitu HANGUS! Entah, (maaf) meninggal, ataupun rawat jalan, uang itu tidak bisa Anda minta balik. Memangnya ada, rumah sakit yang mau mengembalikan dana perawatan bila pasien tidak berhasil ditangani?! Lain halnya jika uang tadi kita gunakan untuk modal usaha. Ada 2 kemungkinan, bisa untung atau rugi. Kalaupun rugi atau balik modal saja, sebenarnya tetap ada keuntungan yang kita raih. Yup! Pembelajaran.

Percayalah, sesungguhnya manusia telah diciptakan dengan potensi luar biasa, di luar apa yang kita pikirkan. Hanya saja potensi tersebut seringkali keluar pada saat kondisi terdesak. Yah, seperti kisah seorang nenek bisa melompat dari gedung setinggi 5 meter, saat kebakaran. Coba, kalau dalam kondisi biasa, boro-boro melompat 5 meter, melompat 1 meter saja tidak berani. Jadi, semua kembali ke tangan Anda. Menjadi pengusaha, sebagai kebutuhan yang kepepet atau tidak?

MOTIVASI DIKEJAR MACAN
Bayangkan Anda berada di atas gedung kembar bertingkat 10. Jarak antar gedung adalah 10 meter. Di antara gedung itu dibentangkan besi yang hanya selebar kaki, untuk menjembatani kedua gedung. Katakanlah Anda di gedung A, dan sisi lain adalah gedung B. Maukah Anda menyeberang gedung itu melalui sebatang besi tadi? Mungkin Anda pikir, "iseng banget pertaruhkan nyawa tanpa arti!" Betul? Bagaimana jika saya berikan 'iming-iming' hadiah di ujung B, sebesar 1 juta? Masih pikir-pikir ya? Kenapa? Karena tidak sebanding dengan risikonya. Saya naikkan lagi jadi 10 deh. Ehemm, masih kurang gede! Gimana kalo 1 Milyar? Nah, itu baru menarik!
Kondisi kedua, bagaimana jika selain iming-iming 1 Milyar, saya lepaskan seekor macan yang siap menerkam Anda di gedung A? Oops, pasti tambah kencang menyeberangnya.
Kondisi ketiga, bagaimana jika iming-iming 1 milyarnya saya hilangkan, tapi macannya tetap saya lepaskan? Tak usah dipikir lagi kali ya, pasti Anda tetap akan berlari menyeberang juga! Jadi, lebih besar mana pengaruhnya, The Power of Kepepet atau The Power of Iming-iming?

SEKALI LAGI KEKUATAN KEPEPET
Di sebuah kerajaan, seorang Raja yang juga seorang kesatria yang tangguh, mengadakan sebuah sayembara untuk mencari seorang kesatria yang pantas mendampingi putrinya. Sayembaranya sangatlah sederhana, "Barang siapa berani menyeberangi kolam renangnya yang berjarak 20 meter saja, maka akan menjadi pemenang. Hadiah bagi pemenang adalah akan dipersuntingkan dengan putri raja". Siapa yang tidak mau dapat putri raja yang cantik? Cukup hanya dengan menyeberangi kolam. Tunggu dulu..., ada pemberitahuan lainnya. Ternyata, di dalam kolam, ada seekor buaya betina (kalau jantan namanya pakaya) yang sudah 1 tahun tak diberi makan. Siapa berani hayoo?! Padahal ribuan peserta sudah bersiap-siap di pinggir kolam untuk mendapatkan impiannya. Tapi mendadak nyali mereka ciut, setelah tahu bahwa ada buaya yang ikut berenang. Asli, tak ada yang mau menggadaikan hidupnya sekalipun diiming-imingi menjadi menantu raja, yang berarti bisa jadi raja juga kelak.

Sunyi sepi, tak ada yang bergerak. Tiba-tiba terdengar bunyi "byuurrr"! Semua langsung menatap kolam yang berkecipak. Ada dua gerakan yang bergerak sama-sama cepat, saling berkejaran, hingga muncullah seorang pemuda dengan tampang menggigil dan nafas ngos-ngosan. "Selamat! Anda layak jadi menantu saya! Anda betul-betul kesatria!" Raja menyalami sang pemenang. "Apa kiatnya menyeberangi kolam dengan buaya ganas di dalamnya?" tanya sang Raja. Pemuda itu menatap Raja dengan wajah keheranan, lalu menatap hadirin dengan wajah memerah. "Hoii! Siapa tadi yang mendorong saya masuk ke kolam?!" teriaknya lantang dan galak.

Didorong ke kolam, dipaksa mengambil risiko, kepepet mempertahankan hidup yang mengeluarkan kemampuan super kita yang tersembunyi. Tentu saja, siapa yang mau sih dijorokkan (diceburkan) dan harus menanggung risiko? Namun dalam kehidupan, dijorokkan adalah suatu kiat/kebutuhan kita menuju sukses. Jika tidak, maka kita akan berjalan di tempat dalam zona nyaman kita saat ini.

Memang 3 kisah di atas mungkin bukan kenyataan tapi bukan tidak mungkin hal tersebut diwujudkan dan bisa saja memang sudah pernah ada cuma kita tidak mengetahuinya. Tapi yang paling penting adalah hikmah yang bisa kita petik dari kisah tersebut. Seperti di awal tulisan ini, saya katakan bahwa sebenarnya kita semua diciptakan sebagai pemenang. Masalahnya adalah apakah kita mau memanfaatkan kemampuan kita yang sebenarnya. Jadi intinya adalah bukan bisa atau tidak bisa tapi mau atau tidak mau. Untuk itu kita perlu belajar, belajar dan selalu belajar tanpa mengenal menyerah.

Keterbatasan Anda, baik fisik maupun mental, didasarkan pada program-program yang diberikan oleh Anda sendiri dan dunia luar kepada pikiran bawah sadar Anda. Ketika Anda memegang kendali dan memutuskan apa yang akan dan tidak akan mempengaruhi Anda, maka Anda akan mendapatkan kembali kekuatan Anda dan mulai mengalirkan potensi Anda yang sebenarnya.

Seseorang yang memiliki cara berpikir positif, maka akan terus menghasilkan buah pikiran yang positif pula, sekaligus menghimpun harapan, rasa optimis dan daya cipta. Dengan demikian dia akan menggerakkan dunia sekitarnya secara positif pula. Sebagai akibatnya, sangat besar kemungkinannya bahwa dia akan mendapat hasil yang positif bagi dirinya.

Banyak alasan untuk mendapatkan kegagalan tapi hanya satu alasan yang dibutuhkan untuk mendapatkan kesuksesan yaitu TIDAK ADA ALASAN.

Perjuangan, kegagalan dan kesuksesan adalah satu paket yang tidak bisa dibeli terpisah. Jalani perjuangannya, bangkit dari kegagalannya dan miliki KESUKSESANNYA.

Semoga tulisan ini bermanfaat buat kita semua. Amin.

Jika Anda ingin sharing dan berbagi (misalnya ilmu yang bermanfaat) silahkan sms/telp ke nomor hp saya yakni 085649771911 atau 081330193839. Terima kasih.
FB: thegooh.setyo@gmail.com

Jumat, 05 November 2010

Awet Muda dengan Buah dan Sayur

oleh MELILEA pada 11 September 2009 jam 7:49

Minum jus buah setiap hari? Mengapa tidak? Enak dan segar! Kalau sayur? Ih, langu.... Masyarakat kita memang lebih mementingkan ”rasa” daripada ”manfaat” makan. Padahal kalau tahu manfaat buah dan sayur, mungkin persepsi dan pola makan kita akan berubah.

Selama ini buah dan sayur dikenal sebagai sumber vitamin dan mineral sehingga disarankan untuk selalu ada dalam menu pangan sehari-hari.

Dalam anjuran makan ”empat sehat lima sempurna”, ada buah dan sayur, selain makanan pokok dan lauk-pauk. Oleh karena itu, masyarakat seharusnya sudah mengetahui pentingnya buah dan sayur, tetapi kenyataannya, menu makan sehari-hari orang Indonesia lebih didominasi oleh karbohidrat dan sangat sedikit buah dan sayur.

Dalam berbagai penelitian yang dilakukan di negara-negara maju akhir-akhir ini, buah dan sayur banyak dikaitkan dengan kemampuannya untuk melindungi tubuh dari berbagai penyakit degeneratif.

Hal ini karena, selain sebagai sumber vitamin dan mineral, buah dan sayur juga merupakan sumber serat pangan serta kaya akan antioksidan, khususnya dari golongan flavonoid.

Flavonoid—menurut Robinson dalam bukunya Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi—adalah suatu senyawa yang kerangka karbonnya terdiri atas dua gugus C (cincin benzena tersubstitusi) yang dihubungkan oleh 3 karbon. Flavonoid ini banyak terdapat dalam tanaman, dan lebih dari 4.000 jenis sudah teridentifikasi. Dalam tanaman itu sendiri, flavonoid mempunyai aneka fungsi, seperti untuk menarik serangga yang membantu penyerbukan, membantu fotosintesis, antimikrobia, dan antivirus.

Beberapa contoh dari flavonoid yang sudah diketahui bermanfaat untuk manusia adalah isoflavon yang terdapat dalam kedelai, katekin yang terdapat dalam teh, dan antosianin yang terdapat dalam buah duwet dan anggur merah.


Absorbsi Flavonoid

Secara in vitro (dalam tabung reaksi), aktivitas antioksidan yang kuat dari berbagai flavonoid sudah terbukti, tetapi secara in vivo (dalam tubuh makhluk hidup) baru sedikit data.

Keberadaan flavonoid dalam makanan sebelumnya dianggap tidak bermanfaat karena kebanyakan flavonoid dalam tanaman, kecuali katekin, terikat dengan gula sebagai glikosida.

Glikosida ini dianggap tidak bisa diserap karena molekulnya besar. Namun, kemudian banyak bukti menunjukkan bahwa flavonoid glikosida mudah diserap oleh manusia dan tikus percobaan tanpa perlu dihidrolisis terlebih dahulu.

Beberapa penelitian yang menunjang pendapat ini antara lain, pada 36 manusia tidak merokok yang sehat terlihat bahwa peningkatan konsumsi buah dan sayur dari 5 porsi/hari menjadi 10 porsi/hari menghasilkan peningkatan kapasitas antioksidan plasma secara nyata. Peningkatan kapasitas antioksidan dalam plasma atau polifenol total pada plasma manusia juga terjadi setelah mengonsumsi red wine dan sari buah anggur.

Fenomena pertama bahwa flavonoid bisa berfungsi sebagai perlindungan terhadap penyakit jantung dikemukakan tahun 1979 dalam suatu penelitian yang menggunakan data dari 17 negara. Hasilnya menunjukkan adanya hubungan terbalik antara kematian akibat penyakit jantung koroner dan kebiasaan minum anggur.

Fenomena ini dikenal sebagai French Paradox. Orang Perancis yang mempunyai kebiasaan minum anggur merah sesudah makan tidak banyak terserang penyakit jantung koroner dibandingkan dengan orang Amerika Utara pada kondisi kesehatan yang sama (kadar kolesterol serum, konsumsi lemak jenuh, tekanan darah, kesukaan merokok). Saat itu baru dapat dihipotesiskan, konsumsi anggur yang lebih banyak pada orang Perancis-lah yang menjadi penyebab ketahanannya terhadap penyakit jantung. Kemudian diketahui bahwa anggur merah banyak mengandung flavonoid, yang mempunyai efek perlindungan terhadap penyakit jantung koroner.

Selain itu, dari studi selama lima tahun terhadap pria usia lanjut di Belanda, diketahui bahwa konsumsi teh, bawang merah, dan apel dapat menurunkan kematian akibat penyakit jantung. Studi lain di Finlandia dan Amerika Serikat menunjukkan hasil yang mirip; juga terhadap 552 responden lain di Belanda; terlihat bahwa konsumsi teh hitam mengakibatkan penurunan risiko stroke, sedangkan konsumsi vitamin C dan vitamin E saja tidak mengakibatkan penurunan risiko stroke.

Flavonoid juga dapat mengurangi risiko kematian hewan percobaan akibat diabetes. Pada tikus yang diberi flavonoid lemon terlihat ada penurunan ”nilai TBARS” (satuan untuk oksidasi lipid) pada hati, ginjal, dan serum darah dibandingkan dengan tikus diabetes yang tidak diberi flavonoid. Flavonoid lemon dalam hal ini memengaruhi penekanan oksidasi lipid pada hati, ginjal, dan serum.

Institut Kanker Nasional Amerika Serikat bahkan sudah menganjurkan untuk mengonsumsi setidaknya lima porsi buah dan sayur/hari. Satu porsi adalah satu kali saji, misalnya, untuk apel dan jeruk satu buah ukuran medium (154 gram), sedangkan untuk anggur setengah cangkir (138 gram).

Nah, ... mari kita ramai-ramai mengonsumsi jus buah dan sayur, dan mengganti snack dan camilan dengan buah dan sayur. Niscaya kita akan hidup lebih sehat dan terbebas dari risiko berbagai penyakit degeneratif. Semoga!

DR LYDIA NINAN LESTARIO, MS Doktor di Bidang Ilmu Panganserta Dosen di Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga

Sumber : http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/09/10/11030716/awet.muda.dengan.buah.dan.sayur

Usus Dipotong Akibat Gemar Makan Mie Instan

oleh MELILEA pada 21 Agustus 2009 jam 10:44


Bermula dari keluhan sakit perut & tidak bisa buang air besar, selama tiga hari seorang bocah laki-laki bernama Hilal Aljajira (6) tinggal di daerah Garut harus menjalani operasi diperut karena hasil dari test darah & rontgen memperlihatkan bocah tersebut harus segera dioperasi karena beberapa bagian dari ususnya bocor & membusuk.

Berdasarkan hasil tes tersebut di atas dokter menyimpulkan bahwa usus bocor & membusuk diakibatkan dari kandungan makanan yang dimakan Hilal selama ini tidak sehat. Dan menurut penuturan ibu kandung Hilal bahwa selama ini Hilal hobinya memakan mie Instan.

Saat ibunya bekerja, Hilal di titipkan di neneknya. Saat dititipkan inilah Hilal sering kali diberi mie instan. Sebetulnya ibunya sendiri suka memberinya mie instan saat malas masak. Karena kebiasaan inilah Hilal menjadi tergila-gila dengan mie instan, dia akan mengamuk & mogok makan apabila tidak diberikan mie instan. Sebab hal inilah maka mie instant menjadi makanan wajib Hilal, Hilal makan mie instan dua kali setiap hari.

Sekarang kondisi Hilal sudah berangsur sembuh setelah menjalani penderitaan yang luar biasa karena Hilal harus mengalami pemotongan usus sepanjang 10 cm dan operasi tersebut harus di ulangi lagi setelah operasi yang pertama dilakukan, karena dokter masih mendeteksi adanya usus bocor & busuk ditempat lain. Dan saat ini Hilal sangat membenci mie instan, sekarang dia lebih mudah kalo di suruh makan makanan yang sehat.

Menurut Tabloid Nova No.1121/XXII operasi yang dilakukan pada bulan november 2008 dan baru dilaksanakan penutupan lubang di perut sebagai anus sementara pada tanggal 23 juli 2009 itu menyisakan hutang kedua orang tua Hilal yang tidak mampu, sebesar 16juta. karena biaya seluruh operasi adalah sebesar 30jt dimana yang 14jt dibayarkan oleh stasiun TV RCTI dan sisanya orang tua Hilal berhutang kepada tetangga dan keluarga.

Gaya hidup serba instan dan praktis kadang-kadang membuat kita lupa akan akibat yang ditimbulkannya nanti. Bahkan akibat makanan instan yang praktis dan murah bisa menimbulkan biaya yang tidak murah alias mahal. Semoga tulisan ini bisa membuat kita selalu ingat bahwa yang instan belum tentu baik dan sehat

Sumber : www.beritaterkinionline.com

SUKSES KITA

Pada tulisan kali ini saya akan mencoba berkomunikasi dengan hasrat inti saya, dan meminjam sedikit dari jutaan kisah sukses untuk menggelitik hasrat inti anda, memberi kekuatan serta berteriak bersama-sama ketika hasrat inti anda berhasil anda ubah menjadi bilangan sukses - sekecil atau sebesar apapun, dalam meraih impian-impian besar anda - yang membuat anda menangis mengucapkannya.
Setiap orang memiliki impian, ada yang ingin sekali sukses di bisnis, ada yang ingin sekali membesarkan anaknya secara utuh - kaffah, ada yang ingin sekali memiliki waktu yang cukup dengan pasangan hidupnya - tidak sekedar bertemu di rumah capek pulang kerja, tidur, esok kerja lagi, ada yang
mengabdikan hidupnya untuk mendidik entah itu anak-anak, mereka yang tidak mampu atau bervisi mendidik banyak orang untuk berwawasan ilmu dan bisnis, daftar ini akan sangat-sangat panjang jika saya teruskan.
Anda yang tahu apa hasrat inti anda, tuliskanlah, pikirkanlah, berjanjilah kepada diri anda terutama untuk meraihnya secepatnya, karena itulah yang akan membuat hidup anda jadi hidup, tersenyum setiap hari memandang dunia ini.
Hidup ini hanya sekali, warnailah, sesuai dengan warna kesukaan anda, bukan warna yang dipilih boss atau atasan anda.
 
Sukses untuk anda.

ANDA MAMPU, JIKA ANDA PERCAYA ANDA MAMPU

Jangan pernah takut terhadap apa yg sedang anda hadapi
Jika anda percaya bahwa hidup ini bernilai
Rasa Percaya ini akan membantu anda menghadapinya
Penghalang antara anda dan kesuksesan
Bukanlah sesuatu yg tampak di permukaan
Tapi berupa gabungan keraguan akan kemampuan anda,
Satu-satunya pembatas terhadap realisasi sukses anda di
esok hari
Adalah keraguan anda yg muncul hari ini.
Sukses hanyalah sebuah cara pandang,
Jika anda ingin sukses
Mulailah berpikir bahwa anda adalah orang sukses.
Anda, adalah apa yg anda pikirkan.