1. Produk organik memenuhi standar ketat
Sertifikasi organik
adalah jaminan publik bahwa produk telah tumbuh dan ditangani sesuai
dengan prosedur yang ketat tanpa input kimia beracun yang terus-menerus.
2. Makanan organik lezat!
Ini akal sehat - tanah yang seimbang menghasilkan kuat, tanaman sehat yang menjadi makanan bergizi bagi manusia dan hewan.
3. Produksi organik mengurangi risiko kesehatan
Banyak pestisida EPA disetujui terdaftar jauh sebelum penelitian yang
luas terkait bahan kimia ini untuk kanker dan penyakit lainnya.
Pertanian organik merupakan salah satu cara untuk mencegah lebih bahan
kimia ini dari mendapatkan ke udara, bumi dan air yang mendukung kita.
4. Pertanian organik menghormati sumber daya air kita
Penghapusan polusi bahan kimia dan nitrogen pencucian, dilakukan dalam
kombinasi dengan bangunan tanah, melindungi dan melestarikan sumber daya
air.
5. Petani organik membangun tanah yang sehat
Tanah
adalah dasar dari rantai makanan. Fokus utama dari pertanian organik
adalah dengan menggunakan praktik-praktik yang membangun tanah yang
sehat.
6. Petani organik bekerja selaras dengan alam
Hal
pertanian organik keseimbangan yang diminta dari ekosistem yang sehat:
satwa liar didorong oleh termasuk tanaman hijauan di rotasi dan dengan
mempertahankan baris pagar, lahan basah, dan daerah alam lainnya.
7. Produsen organik adalah pemimpin dalam penelitian yang inovatif
Petani organik telah memimpin jalan, sebagian besar dengan biaya
sendiri, dengan penelitian yang inovatif on-farm yang bertujuan untuk
mengurangi penggunaan pestisida dan meminimalkan dampak pertanian
terhadap lingkungan.
8. Produsen organik berusaha untuk melestarikan keanekaragaman
Hilangnya berbagai macam spesies (keanekaragaman hayati) merupakan
salah satu masalah lingkungan yang paling mendesak. Kabar baiknya adalah
bahwa banyak petani organik dan tukang kebun telah mengumpulkan dan
melestarikan benih, dan tumbuh varietas yang tidak biasa selama beberapa
dekade.
9. Pertanian organik membantu menjaga masyarakat pedesaan yang sehat
USDA melaporkan bahwa pada tahun 1997, setengah dari produksi pertanian
berasal dari hanya 2% dari peternakan. Pertanian organik dapat menjadi
penyelamat untuk pertanian kecil karena menawarkan pasar alternatif di
mana penjual dapat perintah harga yang wajar untuk tanaman.
10. Kelimpahan organik - Makanan dan non-makanan sama!
Sekarang setiap kategori makanan memiliki alternatif organik. Dan
produk pertanian non-pangan sedang ditanam secara organik - bahkan
kapas, yang sebagian besar ahli merasa tidak bisa ditanam dengan cara
ini.
sumber: http://www.ota.com/
mau tanya-tanya ato sharing info/ilmu? silahkan hubungi: 085 649 771 911 / 081 330 754 254 / pin BB 2a0863bf
fb: www.thegooh.setyo@gmail.com
Rabu, 05 November 2014
Kamis, 05 Juni 2014
DHEA, dehidroepiandrosteron
Ketika orang-orang fokus pada hati mereka dan menghidupkan perasaan hati yang inti, misalnya mencintai, peduli, atau menghargai mampu mengubah irama hati mereka dengan cepat. Ketika emosi-emosi positif, misalnya ketika rasa kebahagiaan, keharuan, kepedulian, dan rasa menghargai dihidupkan, produksi dehidroepiandrosteron (DHEA), yakni hormon yang melawan penuaan dalam daur manusia di dalam tubuh akan meningkat. Akan tetapi, jika hati terjangkiti penyakit spiritual, misalnya dengki, marah, atau benci, produksi DHEA berkurang dan produksi kortisol hormon stres bertambah yang mengakibatkan penuaan dan berkurangnya rentang kehidupan yang potensial.
Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sering berdoa," Ya Allah! Sungguh aku berlindung kepada-Mu dari kecemasan (stres) dan kesedihan; aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan; aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir dan sifat penakut; dan aku berlindung kepada-Mu dari terlilit utang dan tekanan orang lain." (H.R. Bukhari, Abu Dawud, dan Tirmidzi)
fb: thegooh.setyo@gmail.com
pin bb: 2A0863BF
no hp: 0856 4977 1911 (im3), 081 330 19 3839 (simpati), 0877 5327 6715 (xl)
fb: thegooh.setyo@gmail.com
pin bb: 2A0863BF
no hp: 0856 4977 1911 (im3), 081 330 19 3839 (simpati), 0877 5327 6715 (xl)
Sabtu, 24 Mei 2014
Terima kasih ya Allah
saudaraku, tidak ada salahnya dibaca dan direnungkan yang berikut ini. alhamdullillah, insya Allah dan semoga bermanfaat. aamiin.
Hendaklah seseorang berpikir dulu sebelum berbicara. Siapa tahu karena lisannya, dia akan dilempar ke neraka. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ لاَ يَرَى بِهَا بَأْسًا يَهْوِى بِهَا سَبْعِينَ خَرِيفًا فِى النَّارِ
“Sesungguhnya seseorang berbicara dengan suatu kalimat yang dia anggap itu tidaklah mengapa, padahal dia akan dilemparkan di neraka sejauh 70 tahun perjalanan karenanya.” (HR. Tirmidzi no. 2314. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ لاَ يُلْقِى لَهَا بَالاً ، يَرْفَعُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَاتٍ، وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللَّهِ لاَ يُلْقِى لَهَا بَالاً يَهْوِى بِهَا فِى جَهَنَّمَ
“Sesungguhnya ada seorang hamba berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dia pikirkan lalu Allah mengangkat derajatnya disebabkan perkataannya itu. Dan ada juga seorang hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang membuat Allah murka dan tidak pernah dipikirkan bahayanya lalu dia dilemparkan ke dalam jahannam.” (HR. Bukhari no. 6478)
إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مَا يَتَبَيَّنُ مَا فِيهَا يَهْوِى بِهَا فِى النَّارِ أَبْعَدَ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ
“Sesungguhnya ada seorang hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dipikirkan bahayanya terlebih dahulu, sehingga membuatnya dilempar ke neraka dengan jarak yang lebih jauh dari pada jarak antara timur dan barat.” (HR. Muslim no. 2988)
Imam Nawawi rahimahullah dalam Syarh Muslim (18/117) tatkala menjelaskan hadits ini mengatakan, “Ini semua merupakan dalil yang mendorong setiap orang agar selalu menjaga lisannya sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا، أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik dan jika tidak maka diamlah.” (HR. Bukhari no. 6018 dan Muslim no. 47). Oleh karena itu, selayaknya setiap orang yang berbicara dengan suatu perkataan atau kalimat, merenungkan apa yang akan ia ucap. Jika memang ada manfaatnya, barulah ia berbicara. Jika tidak, hendaklah dia menahan lisannya.”
Dalam Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Tidak ada perkataan yang bersifat pertengahan antara bicara dan diam. Yang ada, suatu ucapan boleh jadi adalah kebaikan sehingga kita pun diperintahkan untuk mengatakannya. Boleh jadi suatu ucapan mengandung kejelekan sehingga kita diperintahkan untuk diam.”
Ibnu Mas’ud pernah berkata, “Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang benar selain Dia. Tidak ada di muka bumi yang lebih berhak untuk dipenjara dalam waktu yang lama daripada lisan.” (Dinukil dari Jami’ul ‘Ulum wal Hikam)
Ibnul Mubarok ditanya mengenai nasehat Luqman pada anaknya, lantas beliau berkata, “Jika berkata (dalam kebaikan) adalah perak, maka diam (dari berkata yang mengandung maksiat) adalah emas.” (Dinukil dari Jami’ul ‘Ulum wal Hikam)
Diam itu lebih baik daripada berbicara sia-sia bahkan mencela atau mencemooh yang mengandung maksiat.
Itulah manusia, ia menganggap perkataannya tidak berdampak apa-apa, namun di sisi Allah bisa jadi perkara besar. Allah Ta’ala berfirman,
وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ
“Kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.” (QS. An Nur: 15). Dalam Tafsir Al Jalalain dikatakan bahwa orang-orang biasa menganggap perkara ini ringan. Namun, di sisi Allah perkara ini dosanya amatlah besar.
Selengkapnya di website kami RemajaIslam.Com >>http://remajaislam.com/177-diam-itu-emas
Kamis, 08 Mei 2014
Sepercik Cahaya Kehidupan Sang Nabi saw
Baginda Nabi Muhammad saw bersabda: 'Allah swt telah mendidikku dengan sebaik-baik didikan.'
Allah swt telah memberikan seluruh kunci-kunci perbendaharaan bumi, namun beliau saw enggan menerimanya dan lebih memilih kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia. Padahal kalau beliau saw menginginkan dunia, pastilah beliau saw menjadi orang yang paling bersyukur dan pasti beliau saw akan membelanjakan seluruh hartanya di jalan kerihaan Allah swt.
Disebutkan dalam sebuah riwayat, bahwa suatu hari, Baginda Rasulullah saw menangis. Melihat akan hal itu, maka para sahabat bertanya: 'Wahai junjunganku Rasulullah, hal apakah gerangan yang membuatmu menangis?'
Baginda Rasulullah saw menjawab:'Aku menangis karena aku merindukan saudara-saudaraku.'
Dengan penuh keheranan, para sahabat bertanya: 'Wahai Rasulullah, bukankah kami ini saudara-saudaramu?'
Lalu Baginda Rasulullah saw pun menjawab: 'Wahai sahabat-sahabatku, kalian adalah para sahabatku. Saudaraku adalah, suatu kaum yang akan datang sepeninggalku, mereka beriman kepadaku, padahal mereka tidak pernah melihatku.'
Lihatlah wahai saudaraku...Inilah kerinduan Baginda Rasulullah saw kepada kita seluruh umatnya. Ini adalah tangisan seorang kekasih Allah swt yang paling dikasihi-Nya kepada umat yang mungkin telah jauh dari sejarah kehidupan beliau saw.
Umat yang tidak lagi mengenal kehidupan beliau saw. Umat yang lebih sibuk dengan dirinya sendiri. Umat yang terlena dengan angan-angannya. Umat yang lebih memilih kehidupan dunia yang fana daripada menaruh rasa cinta kepada beliau saw.
Walaupun demikian, beliau saw begitu mengasihi, merindukan, memperhatikan serta menganggap kita sebagai bagian darinya, hingga menyebut kita dengan sebuah kata-kata yang sangat mulia dan kita sebagai umat sangat merasa tersanjung dengan kata-kata tersebut. Kata-kata itu adalah tatkala Baginda Rasulullah saw menyebut kita sebagai 'saudara.'
Saat Baginda Rasulullah saw wafat, Sahabat Bilal bin Rabah tampak begitu sangat sedih, hingga tak lagi berkenan mengumandangkan adzan, bahkan beliau ra pergi meninggalkan kota Madinah al-Munawwarah dan menetap di negeri Syam.
Baru beberapa tahun setelah itu, Sahabat Bilal ra didatangi oleh arwah suci Baginda Rasulullah saw melalui mimpi. Dalam mimpi tersebut Baginda Rasulullah saw berkata: 'Ketidak pedulian apa ini wahai Bilal? Telah tiba saatnya engkau datang mengunjungiku?'
Saat Sahabat Bilal ra terbangun, tanpa berfikir panjang, beliau ra pun memacu kudanya dengan sangat kencang dan menuju kota Madinah al-Munawwarah. Sesampainya di Madinah, Sayyidina Bilal langsung menuju pusara suci Baginda Rasulullah saw.
Saat itu, Sahabat Bilal ra duduk di samping pusara suci Rasulullah saw. Beliau hanya bisa menangis, menangis dan menangis...Beliau ra mengingat hari-hari bersama Rasulullah saw.
Bayangkan... Ini adalah sebuah ikatan yang bukan hanya ingin berjumpa dengan beliau saw. Akan tetapi ikatan seorang sahabat, saudara, ikatan seorang yang telah dibebaskan perbudakan dan mengangkat derajatnya hingga menjadi seorang mu'adzin di kota Madinah. Sebuah ikatan yang benar-benar kuat.
Saat itu Sahabat Bilal ra terus menangis hingga beliau melihat Sayyidina Hasan ra dan Sayyidina Husein ra, lalu memeluk serta menciumi keduanya. Kemudian dengan berlinang air mata, Sayyidina Hasan ra dan Sayyidina Husein ra meminta Sahabat Bilal ra untuk mengumandangkan adzan. Maka dengan penuh ta'dzim dan rasa hormat, Sahabat Bilal ra memenuhi permintaan kedua cucu kecintaan Rasulullah saw ini.
Ketika datang waktu shalat, Sahabat Bilal ra pun mengumandangkan adzan. Dan inilah adzan yang pertama kali dikumandangkannya sepeninggal Baginda Rasulullah saw. Ketika penduduk kota Madinah mendengar suara adzan yang dikumandangkan oleh Sahabat Bilal ra, mereka berlarian menuju masjid. Mereka teringat masa-masa indah yang pernah mereka lewati bersama Rasulullah saw.
Sebagian wanita-wanita Madinah berteriak histeris. Mereka mengatakan: 'Rasulullah hidup kembali, Rasulullah hidup kembali.' Semua penduduk Madinah menangis, sehingga pada waktu itu hujan tangis membasahi kota Madinah al-Munawwarah. Sehingga hal itu membuat Sahabat Bilal ra jatuh pingsan dan tidak dapat kembali melanjutkan kumandang adzannya.
Wahai saudaraku...
Pernahkah di waktu kita merindukan Rasulullah saw, lalu menetes air mata di pipi kita?
Lihatlah wahai saudaraku...
Perasaan yang pernah ada di hati para Sahabat terhadap sosok Rasulullah saw?
Apakah kita juga dapat merasakan yang para Sahabat rasakan?
Padahal bukankah kita juga sebagai umatnya?
Namun mengapa kecintaan kita terhadap beliau saw tidak seperti mereka?
Masihkah perasaan cinta dan rindu terhadap para kekasih Allah swt tersisa di dalam hati kita?
Ataukah bagi kita Rasulullah saw hanyalah seorang nabi yang pernah hidup 1.400 tahun yang lalu dan tidak berarti apa-apa?
Baginda Nabi Muhammad saw bersabda: 'Setiap nabi memiliki satu do'a yang mustajab dan seluruh nabi telah memohon dengannya. Sedangkan aku menyimpannya sebagai syafa'at bagi umatku di hari kiamat kelak.'
Andaikan kita diberikan satu do'a yang mustajab, maka do'a apakah yang akan kita panjatkan?
Renungkanlah... Bagaimanakah mulianya insan yang dikaruniai satu do'a yang mustajab, namun beliau saw tidak memikirkan dirinya, akan tetapi ia hanya memikirkan umatnya.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Allah swt telah memberikan seluruh kunci-kunci perbendaharaan bumi, namun beliau saw enggan menerimanya dan lebih memilih kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia. Padahal kalau beliau saw menginginkan dunia, pastilah beliau saw menjadi orang yang paling bersyukur dan pasti beliau saw akan membelanjakan seluruh hartanya di jalan kerihaan Allah swt.
Disebutkan dalam sebuah riwayat, bahwa suatu hari, Baginda Rasulullah saw menangis. Melihat akan hal itu, maka para sahabat bertanya: 'Wahai junjunganku Rasulullah, hal apakah gerangan yang membuatmu menangis?'
Baginda Rasulullah saw menjawab:'Aku menangis karena aku merindukan saudara-saudaraku.'
Dengan penuh keheranan, para sahabat bertanya: 'Wahai Rasulullah, bukankah kami ini saudara-saudaramu?'
Lalu Baginda Rasulullah saw pun menjawab: 'Wahai sahabat-sahabatku, kalian adalah para sahabatku. Saudaraku adalah, suatu kaum yang akan datang sepeninggalku, mereka beriman kepadaku, padahal mereka tidak pernah melihatku.'
Lihatlah wahai saudaraku...Inilah kerinduan Baginda Rasulullah saw kepada kita seluruh umatnya. Ini adalah tangisan seorang kekasih Allah swt yang paling dikasihi-Nya kepada umat yang mungkin telah jauh dari sejarah kehidupan beliau saw.
Umat yang tidak lagi mengenal kehidupan beliau saw. Umat yang lebih sibuk dengan dirinya sendiri. Umat yang terlena dengan angan-angannya. Umat yang lebih memilih kehidupan dunia yang fana daripada menaruh rasa cinta kepada beliau saw.
Walaupun demikian, beliau saw begitu mengasihi, merindukan, memperhatikan serta menganggap kita sebagai bagian darinya, hingga menyebut kita dengan sebuah kata-kata yang sangat mulia dan kita sebagai umat sangat merasa tersanjung dengan kata-kata tersebut. Kata-kata itu adalah tatkala Baginda Rasulullah saw menyebut kita sebagai 'saudara.'
Saat Baginda Rasulullah saw wafat, Sahabat Bilal bin Rabah tampak begitu sangat sedih, hingga tak lagi berkenan mengumandangkan adzan, bahkan beliau ra pergi meninggalkan kota Madinah al-Munawwarah dan menetap di negeri Syam.
Baru beberapa tahun setelah itu, Sahabat Bilal ra didatangi oleh arwah suci Baginda Rasulullah saw melalui mimpi. Dalam mimpi tersebut Baginda Rasulullah saw berkata: 'Ketidak pedulian apa ini wahai Bilal? Telah tiba saatnya engkau datang mengunjungiku?'
Saat Sahabat Bilal ra terbangun, tanpa berfikir panjang, beliau ra pun memacu kudanya dengan sangat kencang dan menuju kota Madinah al-Munawwarah. Sesampainya di Madinah, Sayyidina Bilal langsung menuju pusara suci Baginda Rasulullah saw.
Saat itu, Sahabat Bilal ra duduk di samping pusara suci Rasulullah saw. Beliau hanya bisa menangis, menangis dan menangis...Beliau ra mengingat hari-hari bersama Rasulullah saw.
Bayangkan... Ini adalah sebuah ikatan yang bukan hanya ingin berjumpa dengan beliau saw. Akan tetapi ikatan seorang sahabat, saudara, ikatan seorang yang telah dibebaskan perbudakan dan mengangkat derajatnya hingga menjadi seorang mu'adzin di kota Madinah. Sebuah ikatan yang benar-benar kuat.
Saat itu Sahabat Bilal ra terus menangis hingga beliau melihat Sayyidina Hasan ra dan Sayyidina Husein ra, lalu memeluk serta menciumi keduanya. Kemudian dengan berlinang air mata, Sayyidina Hasan ra dan Sayyidina Husein ra meminta Sahabat Bilal ra untuk mengumandangkan adzan. Maka dengan penuh ta'dzim dan rasa hormat, Sahabat Bilal ra memenuhi permintaan kedua cucu kecintaan Rasulullah saw ini.
Ketika datang waktu shalat, Sahabat Bilal ra pun mengumandangkan adzan. Dan inilah adzan yang pertama kali dikumandangkannya sepeninggal Baginda Rasulullah saw. Ketika penduduk kota Madinah mendengar suara adzan yang dikumandangkan oleh Sahabat Bilal ra, mereka berlarian menuju masjid. Mereka teringat masa-masa indah yang pernah mereka lewati bersama Rasulullah saw.
Sebagian wanita-wanita Madinah berteriak histeris. Mereka mengatakan: 'Rasulullah hidup kembali, Rasulullah hidup kembali.' Semua penduduk Madinah menangis, sehingga pada waktu itu hujan tangis membasahi kota Madinah al-Munawwarah. Sehingga hal itu membuat Sahabat Bilal ra jatuh pingsan dan tidak dapat kembali melanjutkan kumandang adzannya.
Wahai saudaraku...
Pernahkah di waktu kita merindukan Rasulullah saw, lalu menetes air mata di pipi kita?
Lihatlah wahai saudaraku...
Perasaan yang pernah ada di hati para Sahabat terhadap sosok Rasulullah saw?
Apakah kita juga dapat merasakan yang para Sahabat rasakan?
Padahal bukankah kita juga sebagai umatnya?
Namun mengapa kecintaan kita terhadap beliau saw tidak seperti mereka?
Masihkah perasaan cinta dan rindu terhadap para kekasih Allah swt tersisa di dalam hati kita?
Ataukah bagi kita Rasulullah saw hanyalah seorang nabi yang pernah hidup 1.400 tahun yang lalu dan tidak berarti apa-apa?
Baginda Nabi Muhammad saw bersabda: 'Setiap nabi memiliki satu do'a yang mustajab dan seluruh nabi telah memohon dengannya. Sedangkan aku menyimpannya sebagai syafa'at bagi umatku di hari kiamat kelak.'
Andaikan kita diberikan satu do'a yang mustajab, maka do'a apakah yang akan kita panjatkan?
Renungkanlah... Bagaimanakah mulianya insan yang dikaruniai satu do'a yang mustajab, namun beliau saw tidak memikirkan dirinya, akan tetapi ia hanya memikirkan umatnya.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Minggu, 04 Mei 2014
PERLUKAH BAYI MINUM VITAMIN UNTUK CERDAS?
TRIBUNNEWS.COM - Benarkah ada produk
vitamin yang dapat membuat anak cerdas?
Perlukah anak mengonsumsi suplemen yang
membuat cerdas tersebut?
Menurut dr. Utami Roesli, SpA, MBA, CIMI, bila si
kecil sudah mengonsumsi makanan bergizi,
seperti makanan empat sehat lima sempurna, tak
perlu lagi mengonsumsi vitamin tambahan.
Pada dasarnya, vitamin hanya membantu proses
metabolisme atau kegiatan sel-sel di dalam
tubuh. Sedangkan zat yang berperan dalam
proses pembentukan otak secara keseluruhan
adalah energi dan protein. Bila terjadi
kekurangan salah satu zat ini, dapat berdampak
pada ukuran otak yang kecil dan jumlah sel otak
yang kurang.
Agar anak jadi cerdas, sistem saraf pusat (otak
dan sumsum tulang belakang) harus berfungsi
dengan baik. Dalam usaha mempercepat reaksi
saraf penghantar (neurotransmitter) dan
mempermudah komunikasi antara sel-sel otak
inilah diperlukan zat tertentu yang sering disebut
vitamin untuk otak. Nah, vitamin yang
dikonsumsi anak tersebut dapat membantu
terbentuknya sel-sel tubuh hingga membantu
pertumbuhannya.
Sumber utama vitamin berasal dari sayuran dan
buah-buahan. Hanya saja, dalam kesehariannya
anak harus mendapat pola makan teratur dan
seimbang agar memperoleh asupan gizi yang
seimbang pula. Jadi, sangatlah tidak tepat jika
anak yang enggan makan, diberikan berbagai
tablet vitamin . Karena vitamin tersebut bukan
untuk menggantikan makanan yang menjadi
kebutuhan gizi si anak.
Lebih Baik Pilih ASI
Lain vitamin , lain pula dengan ASI. Memberi ASI
amat banyak manfaatnya, lo. Terutama bagi si
bayi. Menurut penelitian, bayi jadi tumbuh
optimal dan lebih sehat, tidak kegemukan atau
terlalu kurus. Bayi akan sehat karena dalam ASI
ada antibodi yang tak terdapat dalam susu
hewan. Itulah mengapa para ahli menganjurkan
bayi harus diberikan ASI eksklusif (hanya ASI
saja tanpa cairan lain) selama 6 bulan.
Yang tak kalah penting, pemberian ASI eksklusif
juga berpengaruh pada tingkat kecerdasan bayi.
Penelitian yang dilakukan pada 1993
mengungkapkan, di usia 7 tahun, anak memiliki
IQ dengan poin 8,3 lebih tinggi. Sebab, ASI ialah
susu manusia dan buat otak manusia. Jadi, ada
zat-zat khusus untuk pembentukan sel otak,
yang tak bisa didapat pada susu sapi.
ASI eksklusif juga meningkatkan ikatan kasih
sayang antara ibu dan bayinya. Jika di
kandungan bayi merasa aman dan terlindungi di
dalam rahim, kini ketenteraman itu diperolehnya
lewat kontak kulit ke kulit dengan ibunya dan ia
tetap bisa mendengar detak jantung ibunya kala
ia tengah menyusu. Karena merasa aman,
dilindungi, dan dicintai, anak akan tumbuh sehat,
cerdas, dan mandiri.
Lewat pemberian ASI pula, ibu jadi tahu, bayinya
tak tahan pada jenis makanan tertentu. Misal, si
ibu makan santan lalu bayinya mencret, ia jadi
tahu dan berhenti mengkonsumsi santan. Ini
terjadi karena bayi tak bisa mencerna ASI
tersebut akibat ada bahan sensitif. Kalau ibunya
tak makan santan lagi, ya, si bayi tak akan
mencret kembali.
Jelas, kan daripada mengonsumsi produk
vitamin yang katanya bikin cerdas, lebih baik
mengonsumsi makanan bergizi, juga ASI untuk
bayi.
vitamin yang dapat membuat anak cerdas?
Perlukah anak mengonsumsi suplemen yang
membuat cerdas tersebut?
Menurut dr. Utami Roesli, SpA, MBA, CIMI, bila si
kecil sudah mengonsumsi makanan bergizi,
seperti makanan empat sehat lima sempurna, tak
perlu lagi mengonsumsi vitamin tambahan.
Pada dasarnya, vitamin hanya membantu proses
metabolisme atau kegiatan sel-sel di dalam
tubuh. Sedangkan zat yang berperan dalam
proses pembentukan otak secara keseluruhan
adalah energi dan protein. Bila terjadi
kekurangan salah satu zat ini, dapat berdampak
pada ukuran otak yang kecil dan jumlah sel otak
yang kurang.
Agar anak jadi cerdas, sistem saraf pusat (otak
dan sumsum tulang belakang) harus berfungsi
dengan baik. Dalam usaha mempercepat reaksi
saraf penghantar (neurotransmitter) dan
mempermudah komunikasi antara sel-sel otak
inilah diperlukan zat tertentu yang sering disebut
vitamin untuk otak. Nah, vitamin yang
dikonsumsi anak tersebut dapat membantu
terbentuknya sel-sel tubuh hingga membantu
pertumbuhannya.
Sumber utama vitamin berasal dari sayuran dan
buah-buahan. Hanya saja, dalam kesehariannya
anak harus mendapat pola makan teratur dan
seimbang agar memperoleh asupan gizi yang
seimbang pula. Jadi, sangatlah tidak tepat jika
anak yang enggan makan, diberikan berbagai
tablet vitamin . Karena vitamin tersebut bukan
untuk menggantikan makanan yang menjadi
kebutuhan gizi si anak.
Lebih Baik Pilih ASI
Lain vitamin , lain pula dengan ASI. Memberi ASI
amat banyak manfaatnya, lo. Terutama bagi si
bayi. Menurut penelitian, bayi jadi tumbuh
optimal dan lebih sehat, tidak kegemukan atau
terlalu kurus. Bayi akan sehat karena dalam ASI
ada antibodi yang tak terdapat dalam susu
hewan. Itulah mengapa para ahli menganjurkan
bayi harus diberikan ASI eksklusif (hanya ASI
saja tanpa cairan lain) selama 6 bulan.
Yang tak kalah penting, pemberian ASI eksklusif
juga berpengaruh pada tingkat kecerdasan bayi.
Penelitian yang dilakukan pada 1993
mengungkapkan, di usia 7 tahun, anak memiliki
IQ dengan poin 8,3 lebih tinggi. Sebab, ASI ialah
susu manusia dan buat otak manusia. Jadi, ada
zat-zat khusus untuk pembentukan sel otak,
yang tak bisa didapat pada susu sapi.
ASI eksklusif juga meningkatkan ikatan kasih
sayang antara ibu dan bayinya. Jika di
kandungan bayi merasa aman dan terlindungi di
dalam rahim, kini ketenteraman itu diperolehnya
lewat kontak kulit ke kulit dengan ibunya dan ia
tetap bisa mendengar detak jantung ibunya kala
ia tengah menyusu. Karena merasa aman,
dilindungi, dan dicintai, anak akan tumbuh sehat,
cerdas, dan mandiri.
Lewat pemberian ASI pula, ibu jadi tahu, bayinya
tak tahan pada jenis makanan tertentu. Misal, si
ibu makan santan lalu bayinya mencret, ia jadi
tahu dan berhenti mengkonsumsi santan. Ini
terjadi karena bayi tak bisa mencerna ASI
tersebut akibat ada bahan sensitif. Kalau ibunya
tak makan santan lagi, ya, si bayi tak akan
mencret kembali.
Jelas, kan daripada mengonsumsi produk
vitamin yang katanya bikin cerdas, lebih baik
mengonsumsi makanan bergizi, juga ASI untuk
bayi.
sumber: m.tribunnews.com/kesehatan/2014/05/03/perlukah-anak-mengonsumsi-vitamin-cerdas
Jika ingin sharing atau berbagi ilmu bisa menghubungi saya, Teguh Setyobudi, melalui Hp, email atau facebook.
Hp : 085649771911, 087753276715
Email : thegooh.setyo@gmail.com
Facebook : thegooh.setyo@gmail.com
Rabu, 23 April 2014
Mari Kita Renungkan
Pada suatu waktu,
ada seseorang
Dan ia bermimpi,
sama seperti yang lain
Ingin memiliki
rumah yang indah, ingin bepergian keliling dunia,
Ingin memiliki
kendaraan yang baik, ingin memiliki kehidupan yang bermutu
Seperti yang
diimpikan oleh kebanyakan orang
Apakah impian
Anda?
Jadi, ia bekerja
keras dan berjuang dari pukul 9.00 sampai pukul 17.00
Larut dalam
pekerjaan rutin yang kurang berarti untuk dapat mengejar impiannya
Dan akan terus
bergumul mengejar impiannya
Tetapi
kenyataannya hanya sedikit yang yang akan dapat mencapainya
Ternyata 95 % dari
mereka, pada saat mencapai umur 65 tahun :
- tinggal di
pinggiran kota dalam keadaan bangkrut
- meninggal
- atau masih
berjuang untuk mencukupi kebutuhan hidupnya
Orang kaya dan
berkecukupan adalah kaum minoritas
MEREKA TIDAK
MELAKUKAN PEKERJAAN YANG BIASA DILAKUKAN OLEH ORANG BIASA
Suatu hari.....
Orang yang
diliputi rasa cemas dan kecewa itu tiba-tiba melihat
3 hal yang bijak
Itu merupakan tiga
penyelaras yang luar biasa
Yang dapat
membantu
Kaum tidak mampu,
menjadi MAMPU
Mereka yang tidak
bisa, menjadi BISA
Dan mereka yang terkekang,
menjadi BEBAS
Walaupun ketiga
hal tersebut selalu ada di sekeliling kita......
Tetapi
Hanya sedikit
orang yang dapat melihatnya
Pertama adalah :
PENDIDIKAN
Yang akan
membebaskan Anda dari kehidupan yang dulu dan membawa Anda ke dalam kehidupan
yang berkecukupan
Kedua adalah :
INTERNET
Yang merupakan
trend saat ini adalah seperti suatu gelombang dahsyat yang akan membawa Anda ke
dalam kehidupan yang indah serta kesempatan bisnis ke seluruh dunia dengan
sedikit usaha
Ketiga adalah
NETWORK MARKETING
Yang akan membantu
orang biasa dapat mempunyai penghasilan yang luar biasa
Orang-orang yang
dapat melihat ketiga hal tersebut akan berubah.......
mereka MERDEKA!
Apakah Anda dapat
melihatnya?
TIDAK ADA MANUSIA
YANG TIDAK DAPAT MELIHAT DARI KEDUA MATANYA KECUALI IA TIDAK INGIN MELIHATNYA
Buatlah masa depan
Anda dan orang lain di sekitar Anda menjadi lebih berarti.....
Semoga tulisan di
atas bisa menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat buat kita semua dan semoga bisa
menjadi amalan yang pahalanya tidak akan terputus meski yang bersangkutan sudah
meninggal buat siapa saja yang mau menyebarkannya sehingga bermanfaat buat
banyak orang. Amin.
Jika ingin sharing
atau berbagi ilmu bisa menghubungi saya, Teguh Setyobudi, melalui Hp,
email atau facebook.
Hp
: 085649771911, 081330193839
BB : 2A0863BF
BB : 2A0863BF
Email
: thegooh.setyo@gmail.com
Facebook :
thegooh.setyo@gmail.com
TERIMA KASIH
KESULITAN & KEMUDAHAN
Kesulitan adalahbagian yang tak terpisahkan dari hidup manusia. Siapapun tidak bisamenghindarinya. Karena kesulitan adalah teman seiring manusia untuk mengimbangikemudahan. Selama kita di dunia, keduanya akan selalu silih bergantimendatangi. Orang yang sedang mendapatkan kesulitan selalu berharap danberupaya kesulitannya segera menyingkir.
Yang sedangmendapatkan kemudahan mengharap kemudahan itu ada dalam genggamannya terusmenerus. Namun, mungkinkah itu?
Tentu tidak adakenyataan seperti itu dalam kehidupan kita. Kesulitan dan kemudahan hidup akandatang bergantian menyapa kita.
Kesulitandiberikan oleh Allah kepada kita, paling tidak mengandung tiga hikmah;
1. Denganmerasakan kesulitan kita menjadi tahu betapa berharga dan nikmatnya kemudahan.
2. Kalau kitamerasakan tidak enaknya kesulitan, kita juga yakin orang lain akan merasakanhal yang sama. Karena itu, kita berusaha untuk tidak menyulitkan hidup oranglain.
3. Jika kita sukakesulitan kita hilang, kita juga yakin orang lain merasakan hal yang sama.Sehingga kita dimotivasi untuk senang membantu orang lain mengatasikesulitannya.
Keyakinan bahwakesulitan dan kemudahan akan datang silih berganti menjadikan kita tidaksombong dengan kemudahan yang kita dapatkan dan tidak putus asa dengankesulitan.
Dalam suratAl-Hadid ayat 22-23 Allah berfirman :
"Tiada satubencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkantelah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya.Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah (Kami jelaskan yangdemikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput darikamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nyakepadamu. Dan Allah tidak suka orang-orang yang menyombongkan diri"
Dalam hal inikesulitan bisa diidentikkan dengan sesuatu yang negatif, tidak enak, tidakmenyenangkan, kegagalan, sakit atau hal yang tidak diharapkan lainnya.Sedangkan kemudahan bisa diidentikan dengan sesuatu yang positif, enak,menyenangkan, kesuksesan, sembuh atau hal yang diharapkan lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)